Dampak Covid-19, Pembebasan Lahan Flyover Cisauk dan Underpass Bitung Mandek

TIGARAKSA, klikbanten.co.id – Proses pengadaan lahan untuk pembangunan flyover Cisauk dan underpass Bitung hingga saat ini masih belum rampung.

Soalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang saat ini belum memiliki anggaran untuk membayar sisa lahan yang akan dibebaskan.

Hal tersebut tak lepas dari berkurangnya potensi pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Tangerang akibat dampak pandemi Covid-19 yang tengah melanda saat ini.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah mengatakan, pada tahun ini pihaknya menganggarkan Rp106 miliar dengan rincian Rp67 miliar untuk pengadaan lahan flyover Cisauk dan Rp39 miliar untuk underpass Bitung.

Namun, hingga saat ini baru sebagian lahan yang sudah dibebaskan. Rinciannya yakni lahan seluas 4.000 meter2 di Cisauk senilai Rp35 miliar. Sementara, kebutuhan lahan untuk flyover Cisauk secara keseluruhan mencapai 1,5 hektare dengan total anggaran Rp67 miliar.

“Jadi masih tersisa 1,1 hektare yang belum dibebaskan tahun ini. Kita saat ini masih menunggu anggaran untuk mengeksekusi sisanya itu,” kata Iwan Firmansyah kepada klikbanten.co.id, Kamis (11/6/2020).

 

Dok/klikbanten.co.id

Iwan menambahkan, untuk lahan underpass Bitung yang diproyeksi membutuhkan lahan total seluas 13.000 meter2, hingga kini baru mencapai kurang lebih 20 persen. Ya, pihaknya baru mengeksekusi 10 bidang tanah dengan luas lahan 3.000 meter senilai Rp30 miliar dari total Rp39 miliar.

Sedangkan sisanya, Rp9 miliar belum dikucurkan lantaran belum tersedianya anggaran. “Sisanya masih dipending dulu, masih menunggu anggaran. Kalau anggarannya ada, ya baru dilanjutkan lagi,” ucapnya.

Iwan memastikan, pengadaan lahan flyover Cisauk dan underpass Bitung ini merupakan prioritas Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Sehingga, tidak ada pemangkasan anggaran.

Terlebih, dua kegiatan tersebut bagian dari program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang, di masa kepemimpinan bupati dan wakil bupati. “Dua kegiatan tersebut jadi prioritas Pak Bupati, sehingga tidak ada pemangkasan anggaran,” imbuhnya.

Dibayar Sebelum PSBB

Kabid Pertanahan dan Pemakaman Dinas Perkim Kabupaten Tangerang, Dadan Darmawan menjelaskan, pembayaran uang ganti rugi sebagian lahan flyover Cisauk dan underpass Bitung tersebut dilaksanakan pada Februari lalu.

“Jadi, yang perlu diketahui oleh masyarakat, pembayaran ganti rugi sebagian lahan itu dilaksanakan sebelum diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kabupaten Tangerang. Nah setelah PSBB, kita belum ada lagi kegiatan pembayaran,” kata Dadan.

Dok/klikbanten.co.id

Dadan mengatakan, sisa lahan untuk flyover Cisauk seluas 1,1 hektare dan lahan untuk underpass Bitung yang mencapai 10.000 meter2 itu hanya tinggal menunggu eksekusi.

“Jadi tinggal menunggu anggarannya saja. Ya kita semua tahu, anggaran Pemda itu kan tergantung PAD (pendapatan asli daerah). Dan kondisi pandemi Covid-19 ini tentunya berdampak pada potensi PAD kita, terutama dari pemasukan Pajak Daerah,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Dadan, proses pemberkasan legalitas sisa lahan yang akan dibebaskan, masih terus berjalan dan sudah hampir rampung.

“Saat ini (pemberkasan,red) sedang dilakukan secara kolektif dibantu oleh kepala desa setempat, kalau pun ada kekurangan sedikit tinggal dilengkapi. Untuk underpass Bitung itu kan ada di Desa Kadu dan Kadujaya,” ucapnya.

Sedangkan untuk proses musyawarah ganti rugi lahan, Dadan memastikan sudah tidak ada masalah. “Warga sudah sepakat mengenai harga. Artinya untuk masalah negosiasi harga sudah clear, tinggal dieksekusi,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2019 lalu Pemkab Tangerang telah menganggarkan Rp42,4 miliar untuk pengadaan lahan. Rinciannya yakni Rp32,4 miliar untuk lahan flyover Cisauk dan Rp10 miliar untuk lahan underpass Bitung. (dra/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 6 =