Sekelumit Layanan Transportasi di Era Kenormalan Baru

Oleh: Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat & Anastasia Yulianti, Peneliti Laboratorium Transportasi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Anggota MTI Jawa Tengah

ERAnormal baru sektor transportasi di negara-negara berkembang akan berbeda dengan di negara maju. Pandemi Covid-19 akan mendorong peningkatan kemiskinan dan pengangguran di negara berkembang, sehingga penggunaan transportasi publik menjadi pilihan utama (Bambang Susantono, 2020).

The New Normal, diistilahkan padanannya dalam Bahasa Indonesia dengan kenormalan baru. Ada lagi alternatif lainnya, seperti kewajaran baru atau kelaziman baru, bahkan kebiasaan baru. Bisa karena biasa, biasa yang baru.

Negara Kolombia setara dengan Indonesia yang masih sebagai negara berkembang. Walikota Bogota (Kolombia) Claudia Lopez, punya kebijakan selama masa karantina (pandemi Covid-19) menutup jalan sepanjang 117 km setiap hari agar pejalan kaki dan pesepeda dapat lebih leluasa bergerak.

Lopez kemudian menambah jaringan jalur sepeda sepanjang 60 km. Apakah hal yang sama akan dilakukan juga oleh para pemimpin daerah di Indonesia, di era kenormalan baru?

Sebelumnya, sejak tahun 2000 beroperasi, Kota Bogota sukses dengan program transportasi umum busway yang sekarang ditiru banyak negara. Transmilenio sendiri merupakan jenis bus rapid transit yang berada di Bogota, Kolombia.

Moda transportasi ini pertama dibangun tahun 1998. Transmilenio merupakan  salah satu solusi angkutan massal perkotaan yang sangat efektif. Secara bersamaan, dibangun pula jalur sepeda dan fasilitas pejalan kaki yang aman, nyaman dan selamat.

Di era kenormalan baru, banyak kota di mancanegara mengurangi kapasitas transportasi umum dan mengalihkan ke perjalanan menggunakan sepeda. Untuk perjalanan jarak pendek, moda sepeda dan berjalan kaki benar-benar dikembangkan sedemikian rupa (aman, nyaman dan selamat), supaya tidak beralih ke penggunaan kendaraan pribadi secara berlebihan.

Era Bersepeda

Banyak negara berpaling pada moda transportasi sepeda untuk mobilitas jarak pendek. Bersepeda menjadi pilihan, karena selain menghindari kerumunan dalam ruang tertutup, dan menghindari antri, bersepeda membuat kesehatan tubuh terjaga.

Jalan-jalan umum perlu dibuat jalur bersepeda, supaya masyarakat bisa bersepeda secara aman. Peraturan baru terkait keamanan bersepeda perlu dibuat.

Manfaat lain bersepeda dapat mengurangi polusi udara. Juga akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis atau usaha terkait dengan bersepeda, seperti jasa penitipan parkir sepeda, jual beli sepeda dan spare partnya, jual beli pakaian dan peralatan keamanan untuk bersepeda, usaha bengkel atau reparasi sepeda.

Di Indonesia, baru Kota Jakarta yang berkomitmen membangun jalur sepeda sepanjang 63 kilometer dari target 545 kilometer. Tahun 2020, target 200 kilometer, nampaknya tidak dapat terwujud, anggaran difokuskan penanganan dampak virus korona.

Lantas, bagaimana dengan kota lainnya yang sudah punya jalur sepeda, namun asal ada, tidak ada kejelasannya target pencapaian. Hanya sekedar memenuhi janji kampanye, setelah terpilih bikin jalur sepeda, tetapi tidak diikuti membiasakan warganya bersepeda untuk aktivitas kesehariannya.

Mengembangkan jalur sepeda di Indonesia akan menghadapi kendala. Selain alasan cuaca, juga kontur jalan naik turun di sebagian wilayah. Yang jelas, sekarang ini umumnya masyarakat Indonesia sudah terbiasa menggunakan sepeda motor.

Perjalanan jarak pendek, menengah atau panjang bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, sepeda motor yang digunakan. Sepeda motor di Indonesia diciptakan tidak untuk perjalan jarak sedang atau menengah, namun untuk perjalanan jarak jauh. Buktinya, masa mudik lebaran yang dulunya banyak menggunakan bus, sekarang berlaih menggunakan sepeda motor.

Budaya berjalan kaki apalagi bersepeda sudah menghilang. Ditambah lagi tidak tersedia fasilitas pendukung yang memadai (aman, nyaman dan selamat). Padahal, sebelum ada kemudahan mendapatkan sepeda motor, masyarakat Indonesia sudah terbiasa bersepeda atau berjalan kaki.

Bandara dan Pesawat Terbang

Hal yang dapat dilakukan dalam penyelenggaraan aktivitas transportasi udara, seperti selalu memakai masker, safety distance (jarak aman) saat antri – dijaga 1,5 meter – 2 meter (diberi tanda di lantai, supaya mudah pelaksanaannya). Dilakukan check temperature (suhu) sebelum masuk pesawat yang suhunya tinggi.

Jika ada yang sakit, sebaiknya istirahat tinggal di rumah (stay at home) saja (isolasi diri, periksa ke dokter). Jaga jarak saat duduk dalam pesawat (tempat duduk dikosongkan 1 antara 2 orang), kecuali untuk keluarga/satu rumah, bisa berdampingan duduknya.

Jika penumpang mau ke toilet perlu izin, supaya tidak antri ramai berdiri di depan toilet. Ada pembagian peralatan kesehatan, misalnya disinfektan, masker, pembagian makanan yang sudah di packing, supaya higienis terjaga.

Kemudian pembagian minuman dalam botol, supaya higienis terjaga, memakai kaos tangan untuk karyawan, agar menjaga kebersihan. Dilakukan disinfektan airport dan dalam pesawat secara rutin. Saat check in, di depan meja check ada pembatas dengan pembatas plastik/mika.

Transportasi Umum

Kemudian yang dapat dilakukan, seperti selalu memakai masker, datang lebih awal ke halte bus atau stasiun, untuk menghindari kepadatan di kendaraan telat tiba di tujuan. Jika kendaraan umum (kereta api, bus, angkot) sudah penuh, gunakan kendaraan umum selanjutnya.

Safety distance (jarak aman) saat di dalam kendaraan umum untuk saat duduk, saat berdiri, dijaga 1,5 meter – 2 meter. Tempat duduk/lantai bisa ditandai untuk memudahkan pelaksanaannya. Dilakukan check temperature (suhu) penumpang dan staf sebelum masuk kendaraan, yang suhunya tinggi/sakit istirahat berada di rumah saja (isolasi diri, periksa ke dokter).

Menjaga kebersihan dan disinfektan kendaraan secara rutin. Di bagian ruang pengemudi, dibuatkan pembatas plastic atau mika supaya pengemudi terlindungi, rajin cuci tangan, memakai disinfektan, jangan menyentuh wajah dengan tangan. Jika batuk, ditutupi dengan lengan anda, jangan dengan tangan anda.

Penyesuaian dengan Teknologi

Mengutip www.https://www.prnewswire.com, saat ini Kota Shanghai (Tiongkok) telah mengalami penurunan kasus coronavirus. Transportasi umum telah dibuka kembali seiring dengan mulainya masyarakat untuk kembali bekerja. Pengguna angkutan umum kembali mengalami peningkatan.

Namun perusahaan transportasi Kota Shanghai tidak mau mengambil risiko. Shanghai Sunwin Bus Corporation (SUNWIN), penyedia angkutan umum terkemuka Kota Shanghai telah mulai meluncurkan Healtcare Bus, yang secara khusus dirancang untuk mengurangi risiko infeksi virus korona dan membuat transportasi umum lebih aman.

Healthcare bus berfokus pada penggunaan solusi teknis yang inovatif untuk memastikan keselamatan penumpang dengan cara yang tidak invasif. Melalui teknologi pengenalan wajah, pembacaan suhu, pencahayaan ultra violet (UV), dan sistem deteksi gas otomatis.

Saat penumpang masuk bus, system Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dipasang di sebelah mesin tiket. Alat itu akan melakukan pengecekan wajah penumpang dan mengecek suhu thermal badan menggunakan infrared. Sistem ini juga secara otomatis mengidentifikasi apakah penumpang mengenakan masker.

Sistem ini digunakan untuk memberitahu pengemudi kondisi setiap penumpang, apakah ada yang sedang demam. Proses pengecekan ini otomatis dan tanpa melakukan kontak dengan penumpang, sehingga tidak menimbulkan antrian panjang saat penumpang padat (rush hours) dan tidak memperlambat jadwal atau waktu operasional bus.

Peningkatan keamanan tambahan yang ada di daam bus adalah, adanya penggunaan pencahayaan UV di dalam saluran udara untuk mensterilkan dan membunuh virus secara efektif.

Pencahayaan UV yang mencapai 20mJ telah terbukti menghancurkan hingga 99 persen bahan genetik (DNA atau RNA) mikroorganisme, bakteri, dan virus yang lebih kecil dari 253,7nm, membuat mereka tidak dapat mereplikasi dan karenanya menghilangkan sumber infeksi.

Dikombinasikan dengan sistem penyaringan udara yang ditingkatkan, ini memungkinkan seluruh bus disterilkan sepenuhnya dalam 20 menit. Melalui penggunaan pencahayaan UV secara teratur dan penyaringan udara yang ditingkatkan, akan memastikan risiko infeksi pada penumpang lain berkurang secara signifikan.

Peningkatan keamanan utama terakhir yang disediakan adalah dalam bentuk sistem deteksi otomatis yang mudah terbakar dan meledak. Ditempatkan di bawah pintu depan dan belakang, sistem deteksi pintar ini secara otomatis memberi tahu pengemudi dan otoritas kepolisian setempat tentang segala kemungkinan benda mudah terbakar di atas bus.

Jika model bus ini dapat dibuat dan diproduksi di Indonesia akan sangat membantu pengembangan transportasi umum higienis di Indonesia saat ini. Mulai tahun 2020, ada lima kawasan perkotaan di Indonesia dibangun transportasi umum perkotaan dengan skema pembelian layanan (buy the service), yakni Medan, Palembang, Yogyakarta, Surakarta dan Denpasar.

Di era kenormalan atau kewajaran baru transportasi, pemihakan pada transportasi umum dapat lebih ditingkatkan, minimal dipertahankan yang sudah ada. Kelengkapan penunjang jalur sepeda dan fasilitas pejalan kaki harus dibangun untuk perjalanan jarak pendek sebagai upaya memenuhi pengurangan kapasitas transportasi umum.

Kebijakan industri dan bisnis sepeda motor perlu ditata kembali, sehingga sepeda motor bukan menjadi hambatan untuk mengembangkan transportasi tidak bermotor (non motorized).

Presiden Joko Widodo adalah presiden Indonesia yang sering memberikan hadiah sepeda di setiap ada pertemuan dengan masyarakat. Namun, perlu diikuti anjuran atau kewajiban ke setiap pemda agar membangun jalur sepeda di setiap kota di Indonesia, supaya sepeda yang diberikan dapat benar-benar bermanfaat.

Bukan sekedar pajangan di rumah, karena diberikan presiden. Berjalan kaki, bersepeda dan menggunakan transportasi umum bukan untuk warga kelas bawah. Namun untuk semua warga Indonesia untuk bertransportasi yang sehat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − eight =