Belum Genap Setahun, Sheet Pile TPA Cipeucang Rp21 M Jebol

SERPONG, klikbanten.co.id – Masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikagetkan dengan longsornya sampah di TPA Cipeucang, Kecamatan Serpong, Jumat (22/5/2020).

Longsoran sampah tersebut nyaris menutup aliran Sungai Cisadane. Diketahui, longsor diakibatkan jebolnya sheet pile (dinding beton) yang membatasi TPA Cipeucang dengan aliran Sungai Cisadane. Ironisnya, sheet pile tersebut belum lama dibangun.

Tentunya hal itu menimbulkan tanda tanya besar. Dalam penelusuran yang dilakukan Tangerang Public Tranperancy Watch (Truth) melalui LPSE Kota Tangerang Selatan, bangunan dinding beton tersebut dikerjakan pada tahun 2019 lalu.

Dimana, pada 2019 Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel telah menganggarkan pembangunan sheet pile TPA Cipeucang sebesar Rp21 miliar yang telah dimenangkan oleh PT RP.

Tidak hanya itu, Pemkot Tangsel juga menganggarkan dana Rp551 juta untuk kegiatan pengawasan pembangunan sheet pile TPA Cipeucang.

“Artinya kurang lebih Rp21,5 miliar telah dianggarkan Pemkot Tangsel untuk pembangunan tersebut. Namun dinding beton yang diduga dibangun belum genap setahun yang lalu sudah roboh,” ujar Aco Ardiansyah, Koordinator Truth dalam keterangan tertulisnya yang di terima klikbanten.co.id, Jumat (21/5/2020).

Menurut Aco, kasus jebolnya sheet pile pada TPA tersebut tentunya menimbulkan beragam spekulasi. Apakah tidak ada upaya preventif dan pengawasan dalam proses pembangunan?

Aco menilai, sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap proyek pembangunan di kota yang katanya cerdas, modern dan religius tersebut sering bermasalah

“Oleh karenanya, kami sebagai masyarakat mendesak agara pihak yang berwenang turun melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kejadian ini,” ucapnya.

Aco pun meminta Pemkot Tangsel, dalam hal ini Walikota Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie serta seluruh jajaran dibawahnya untuk bertanggungjawab atas kejadian ini.

Karena, lanjutnya, akibat kejadian tersebut tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara namun juga merusak lingkungan.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bobroknya manajemen tata kelola TPA Cipeucang di bawah Walikota Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie,” ujar Aco Ardiansyah.

Lebih jauh Aco menilai, segudang persoalan dalam pengelolaan TPA Cipeucang tidak pernah terselesaikan. Seperti misalnya aroma bau yang menyengat, tercemarnya air tanah sekitar TPA serta tercemarnya aliran Sungai Cisadane akibat buruknya pengelolaan.

Segera Recovery dan Relokasi

Pada bagian lain, Aktivis Lingkungan dari Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH), Ade Yunus, meminta Pemkot Tangsel untuk bertanggungjawab atas tercemarnya Sungai Cisadane akibat tumpahan sampah dari TPA Cipeucang.

Pemkot, harus segera melakukan recovery Sungai Cisadane dan merelokasi TPA Cipeucang ke lokasi yang lebih aman, menjauh dari badan Sungai Cisadane.

“Kami minta Pemkot Tangsel bertanggung jawab. Segera lakukan recovery, dan segera mempersiapkan relokasi TPA yang tidak berdekatan dengan badan Sungai Cisadane,” kata Ade Yunus.

Ade mengaku sebelumnya sudah memprediksi bakal terjadi pencemaran Sungai Cisadane dari keberadaan TPA Cipeucang.

Maka dari itu, pada saat Peringatan Hari Sampah Nasional tahun lalu, ia menggelar Aksi Camping Bersama di TPA Cipeucang, menuntut Pemkot Tangsel untuk segera menutup TPA Cipeucang.

“Apa yang kami khawatirkan beberapa tahun yang lalu hari ini kejadian juga. Bencana Longsor TPA Cipeucang yang mengakibatkan pencemaran limbah sampah domestik ke Sungai Cisadane,” imbuh Ade yang juga Direktur Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) tersebut. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =