BPN Tangsel Kucurkan Rp19 M untuk Finalisasi Pembebasan Lahan Tol Serpong-Cinere

SERPONG, klikbanten.co.id – Proses pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) dalam pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan Tol Serpong-Cinere memasuki tahap akhir.

Sebanyak 25 bidang tanah yang ada di 5 kelurahan di Kota Tangsel telah dilakukan pelepasan hak atas tanah dan pembayaran ganti kerugian.

Pembayaran UGK Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum Pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere (Sercin), dilaksanakan di Ballrom Hotel Grand Zuri, BSD, Serpong, Tangsel, Selasa (19/5/2020) pagi.

Pembayaran UGK ini dihadiri oleh warga yang berhak termasuk ahli warisnya, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Kementerian PUPR, Kejaksaan Negeri Tangsel, Polres Tangsel, BRI, BNI, Mandiri serta unsur Pemkot Tangsel.

Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kota Tangsel sekaligus Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, Himsar, mengatakan pembayaran UGK ini untuk 25 bidang dengan luas 3.549 meter2 dengan total nilai lebih dari Rp19 miliar.

Adapun rinciannya yakni, Kelurahan Bambu Apus sebanyak 11 bidang dengan luas 1.200 meter2 dengan nilai Rp8,7 miliar, Jombang 8 bidang dengan luas 1.600 meter2 nilai Rp6,1 miliar.

Selanjutnya, Serua 4 bidang dengan luas 450 meter2 nilai Rp2,6 miliar. Serua Indah sebanyak 1 bidang luas 198 meter2 nilai Rp1,6 miliar dan Pondok Cabe Udik 1 bidang seluas 33 meter2 dengan nilai Rp475 juta.

“Pembayaran uang ganti kerugian ini merupakan tahap terakhir atau yang ketiga kali. Mudah-mudahan tidak ada permasalahan di kemudian hari,” kata Himsar di hadapan penerima UGK.

Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Tangsel Himsar tengah memantau pembayaran UGK

Sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan pembayaran UGK kepada warga yang berhak termasuk ahli warisnya yang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 22 April 2020 sebanyak 27 bidang. Total nilai ganti rugi mencapai Rp23,88 miliar.

Tahap kedua dilaksanakan pada 8 Mei 2020 lalu sebanyak 16 bidang dengan luas 2.082 meter2 dan total mencapai Rp23,55 miliar untuk pembebasan Tol Serbaraja (Serpong-Balaraja).

Dalam kesempatan itu Himsar mengingatkan kepada warga penerima UGK agar memenuhi kewajiban untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta tagihan rekening listrik.

“Tidak ada kewajiban pajak dalam pembayaran UGK ini. Hanya kewajiban PBB dan PLN yang wajib dibayarkan sebelum penerima UGK meninggalkan rumah/tanah yang telah dibebaskan,” pintanya.

Himsar juga berharap, warga penerima ganti rugi yang rumahnya terdampak pembangunan tol Sercin dapat menggunakan uang yang jadi haknya mencari tempat tinggal baru. Dia berharap uang ganti rugi bisa jadi modal usaha agar perkenomian warga tetap berjalan.

Slamet Raharjo, warga Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang yang tanahnya turut dibebaskan mengaku lega dengan rampungnya proses pembayaran UGK dan pelepasan hak atas tanah.

Ia mengaku lahan miliknya yang dibebaskan seluas 200 meter berupa tanah dan bangunan. Ia pun berencana pulang kampung ke Solo setelah dilakukan pelepasan hak.

“Setelah dibebaskan saya dan keluarga akan pulang ke Solo. Karena kebeneran saya sudah purnatugas dari kesatuan TNI AL, jadi ya setelah dibebaskan saya mau pulang kampung dan melanjutkan kehidupan baru di sana,” ucapnya.

Sudah Mencapai 89,6 Persen

Sementara PPK Pengadaan Tanah Kementerian PUPR Moch Fajri Nukmen menjelaskan, total lahan keseluruhan yang dibebaskan mencapai 70,05 hektare. Terdiri 2.343 bidang, mencakup dua kecamatan yakni Kecamatan Ciputat dan Pamulang.

“Pembebasan lahan dilaksanakan di Kelurahan Jombang, Serua, Serua indah, Ciputat, Bambu Apus Pamulang Barat, Pamulang Timur, Cipayung dan Pondok Cabe Udik,” kata Fajri.

Ia menjelaskan, progres pembebasan sudah 89,6 persen. Progres terhadap luas 91,2 persen. Sementara fisik konstruksi terbagi dua seksi. Seksi 1 mencapai 91,62 persen, seksi 2 mencapai 57,52 persen. Total fisik konstruksi mencapai progres 81,3 persen.

“Progres fisik mengikuti progres lahan. Seksi 1 ini ditargetkan beroperasi pada bulan Oktober 2020 ini. Sementara seksi 2 beroperasi di bulan November 2020,” ujarnya.

Secara prioritas, lanjutnya, sisa bidang yang signifikan adalah seksi 1. Dimana progres pembebasan lahan sudah hampir rampung.

Ia memastikan, proses pembebasan berjalan normal. Sejatinya, pada awal diprediksi beroperasi pertengahan tahun ini atau bulan Juni. Namun molot akibat pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, pelaksanaan pembayaran UGK ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan. Seluruh peserta yang hadir mengenakan masker, sarung tangan dan menerapkan physical distancing.

Sebelum memasuki ruangan, para peserta diwajibkan mencuci tangan dengan hand sanitizer yang disediakan panitia. Para peserta juga dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 11 =