Tol Kunciran-Serpong Masih Terganjal Masalah Pembebasan Lahan

SERANG, klikbanten.co.id – Pembebasan lahan untuk proyek tol Kunciran-Serpong hingga saat ini masih belum rampung. Padahal secara fisik, proyek tersebut sudah hampir rampung.

Pejabat Pembuat Komitmen pada proyek Kunciran-Serpong menyampaikan bahwa progres fisik sudah mencapai 100 persen namun sisa bidang belum terbayar dan masih berproses sebanyak 26 bidang.

Di antaranya; (1) Konsinyasi Pengadilan Negeri sebanyak 11 bidang, (2) Proses penilaian bidang baru sebanyak 4 bidang, (3) Proses Ruilslag Aset Pemkot Tangerang Selatan sebanyak 4 bidang, dan (4) Terdapat 7 bidang yang belum terbit revisi validasi dan validasi.

Demikian terungkap dalam video confrence rapat penyelesaian permasalahan pengadaan tanah untuk tol Kunciran-Serpong yang digelar Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN, Selasa (12/05/2020).

Rapat diikuti oleh Direjen Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN, Kakanwil dan Kepala Bidang Pengadaan Tanah Kanwil BPN Provinsi Banten, jajaran pada Kantor Pertanahan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Turut ikut pula Sub Direktorat Pengadaan Tanah pada Kementerian PUPR, Jasamarga pada kawasan Kunciran-Cengkareng, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kawasan Kunciran-Serpong dan Direktur Utama Cinere Serpong Jaya.

Dalam rapat itu, Kepala BPN Kota Tangerang Selatan, Himsar mengatakan penyerahan hasil telah dilaksanakan secara keseluruhan dengan merujuk kepada aturan yang ada.

“Bahwa setelah tidak ada lagi tim pelaksana kegiatan hanya berkaitan dengan validasi konsinyasi, posisi Pengadaan Tanah Tol Kunciran-Serpong masih aktif dan akan ditindaklanjuti untuk mengundang pelaksana yang ada,’’ kata Himsar.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN, Arie Yuriwin mengatakan akan ada revisi Perkaban 5/2012 untuk penyelesaian validasi dan sebaiknya PPK diharuskan bersurat kepada Kepala Kantor Pertanahan, apabila penetapan lokasi belum berakhir maka pelaksana termasuk Satgas A dan Satgas B masih aktif.

Pejabat Pembuat Komitmen pada kawasan Serpong-Cinere menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan di Serpong-Cinere secara umum berjalan, sampai saat ini sudah dilakukan dua kali pembayaran dan ada rencana dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk pengoperasian seksi 1.

Arie Yuriwin, perwakilan dari Cinere Serpong Jaya yang merupakan BUJT mengatakan tersisa 48 bidang untuk seksi 1 (Jombang) pada Kelurahan Serua Indah terdapat 32 bidang dan tersisa 24 bidang, Kelurahan Sasak Tinggi tersisa 9 bidang dengan 4 bidang prioritas.

“Untuk bidang-bidang prioritas dikelompokan kembali, kemudian dilaporkan kepada kepala kantor pertanahan selaku ketua panitia pengadaan tanah dan untuk bidang prioritas yang termasuk dalam revisi peta bidang disampaikan daftarnya kepada pelaksana Pengadaan Tanah,’’ ujar Arie Yuriwin dalam penjelasannya.

Kepala Bidang Pengadaan Tanah Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Masyhuri mengatakan, terdapat bidang baru secara umum untuk bidang eksisting tersisa 35 bidang tanah. “Pada prinsipnya bidang-bidang tanah yang sudah clear dapat ditindaklanjuti,” ucapnya.

Setelah pembahasan terkait penyelesaian permasalahan pengadaan tanah, Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten Andi Tenri Abeng mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen dan mendukung suksesnya pengadaan tanah khususnya di Provinsi Banten. (rls/bud/dra))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − 2 =