Gubernur Banten Prihatin jika Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Benar Dicabut

Serang, klikbanten.co.id – Kenaikan harga gas elpiji tabung melon dikhawatirkan akan memberatkan masyarakat miskin dan para pelaku usaha mikro kecil dan menangan (UMKM) terlebih yang baru merintis usaha.

Demikian Diungkapkan Gubernur Banten, Wahidin Halim usai membuka acara Sosialisasi Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di Plaza Aspirasi, KP3B, Curug, Kota Serang.

Wahidin Halim mengaku bahwa iya merasa prihatin jika pencabutan subsidi gas elpiji 3 kilogram (kg) bener terjadi. Menurutnya,

“Sesungguhnya sudah naik melalui agen-agen. Yang tadinya Rp 16 ribu standar harga, tapi ketika sampai ke rumah kan harganya ada yang jadi Rp 20 ribu bahkan lebih. Prakteknya sudah naik, jadi apalagi sekarang kalau dicabut subsidinya, ya akan semakin naik lagi harganya. Kasihan nanti rakyat,”tutur Wahidin kepada wartawan

Menurutnya, apabila harga tabung gas melon kembali naik, maka modal yang diperlukan oleh para Pelaku UKM harus lebih besar dari sebelumnya sehingga keuntungan semakin kecil.

Gubernur berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan hal-hal yang akan merugikan rakyat khususnya masyarakat dan para pedagang kecil.

Diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menghentikan subsidi pada harga elpiji 3 kg mulai semester II tahun ini. Sebagai gantinya, pemerintah akan memulai program penyaluran subsidi tertutup kepada masyarakat tidak mampu. Dengan pola secara tertutup, penyaluran gas elpiji 3 kg diharapkan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.(Zal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − 1 =