Dua Hari Diamankan Polda Banten, Mobil Tangki BBM ‘Mendadak’ Dilepas

SERANG, klikbanten.co.id | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten dikabarkan mengamankan mobil tangki bermuatan BBM jenis solar di dermaga PT Shela Putri Wulandari (SPW), di Desa Margasari, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, pekan lalu.

Penangkapan mobil tangki berkapasitas 16.000 liter yang diduga milik PT Pelayaran Mangkupalas Utama (PMU) dilakukan saat melakukan pengecoran solar ke kapal jenis Tug Boat dengan nama lambung Anambas Dua di jetty milik PT SPW.

Informasi yang dihimpun tim klikbanten.co.id dari sumber, penangkapan dipimpin oleh AKP Tb Abu Nasir dari Subdit IV Tipiter, Ditkrimsus Polda Banten pada Senin (9/9/19) sekira pukul 15.00 WIB.

“Jadi waktu itu sedang proses pengecoran BBM ke kapal. Nah, baru setengah ngecor, tiba-tiba datang tim dari Polda Banten dipimpin Pak Tb Abu Nasir. Mereka minta pengecoran disetop dan minta kelengkapan dokumen BBM,” ujar salah seorang sumber klikbanten.co.id, Senin (16/9/19).

Sumber tersebut mengaku melihat langsung proses penangkapan sejumlah kru yang saat itu ada di lokasi pengecoran BBM di jetty milik PT SPW. Dalam kejadian itu, beber sumber, sejumlah orang diamankan oleh tim Subdit IV dari Polda Banten.

Mereka di antaranya sopir mobil tangki beserta kernet dan seorang karyawan PT Pelayaran Mangkupalas Utama. “Polisi langsung membawa mobil tangki BBM itu bersama sopir, kernet dan karyawan PT Pelayaran Mangkupalas ke Polda Banten,” beber sumber tadi.

Pengakuan sumber tersebut tampaknya selaras dengan keterangan yang diperoleh tim klikbanten.co.id di lokasi jetty milik PT SPW. Andri Sulistiono, salah satu karyawan PT PMU yang turut diamankan oleh tim Subdit IV Tipiter mengaku proses penangkapan berlangsung singkat.

Saat itu polisi menanyakan dokumen BBM yang sedang mengecor solar ke kapal tug boat. Ia pun kemudian menunjukan bukti-bukti kelengkapan dokumen BBM yang diminta. Namun sejurus kemudian, polisi memastikan bahwa dokumen kendaraan pengangkut BBM tidak lengkap.

“Mereka bilang kalau surat-surat mobil tangki tidak lengkap. Itu yang dijadikan dasar mereka mengamankan mobil tangki beserta sopir dan kernet, termasuk saya. Kalau solarnya resmi, dokumennya lengkap. Nah mobil tangkinya itu sewa, bukan milik kami,” ujar Andri kepada klikbanten.co.id, di kantornya.

Andri melanjutkan, ia berserta sopir dan kernet pun kemudian dibawa ke Mapolda Banten untuk dimintai keterangan. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba seseorang menelpon AKP Tb Abu Nasir. “Bos saya telpon langsung ke Pak Tb. Beliau (bos Andri,red) jendral polisi bintang dua, mantan Kapolda,” beber Andri.

Meski mengetahui yang menghubungi adalah seorang jendral polisi, namun Andri beserta sopir dan kernet mobil tangki tetap dibawa ke Mapolda Banten. Selama di Mapolda, Andri mengaku tak menjalani proses BAP. Bahkan ia berada di Mapolda selama kurang lebih lima jam tanpa proses interogasi.

“Waktu di Polda ya saya nggak ngapa-ngapain. Nggak ada yang nanya-nanya. Selama lima jam, saya nunggu orang kantor pusat (PT PMU di Jakarta,red) jemput saya di Polda. Kalau mobil tangki parkir di depan Polda selama dua hari dan langsung dilepas,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, AKP Abu Nasir mengaku tidak menangani kasus tersebut. Ia malah menyarankan tim klikbanten.co.id untuk mengkonfirmasikan langsung ke Kasubdit IV Tipidter, Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Joko Winarto.

“Konfirmasi ke Kasubdit aja pak. Justru saya juga nggak paham, karena merasa tidak menangani kasus tersebut,” ujar Abu Nasir melalui pesan WhatsApp, Selasa (17/9/19).

Sementara, Kasubdit IV Tipidter, AKBP Joko Winarto mengaku tak mengetahui perihal penangkapan mobil tangki BBM di dermada milik PT SPW tersebut.

“Tidak ada kami menangani perkara itu (penangkapan mobil tangki BBM,red). Kami saat ini sedang menangani kasus penyelewengan BBM bersubsidi yang di Kramatwatu,” ujar Joko Winarto di ruang kerjanya.

Sementara Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Rudi Hananto menyarankan agar klikbanten.co.id mengkonfirmasikan hal tersebut kepada AKBP Joko Winarto. “Langsung komunikasi dengan Pak Joko Kasubdit IV ya. Beliau yang tahu dan paham, terima kasih,” imbuh Rudi Hananto via WhatsApp. (tim/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =