Disindir Yasonna, Arief Melawan

TANGERANG, klikbanten.co.id | Walikota Tangerang Arief R Wismansyah tampaknya geram dengan sindiran yang disampaikan Menkum HAM Yasonna Laoly saat peresmian gedung Politeknik BPSDM, Selasa (9/7/19).

Dimana saat peresmian gedung Politeknik BPSDM, Yasonna menyebut Pemkot Tangerang tidak ramah atas pembangunan gedung Politeknik BPSDM Hukum dan HAM.

Dalam surat nomor 593/2341-Bag.Hukum/2019 yang ditandatangani tanggal 10 Juli 2019 kemarin, Walikota Tangerang keberatan terhadap ucapan Menkum HAM. Akibatnya, beberada wilayah permukiman yang berada di area lahan milik Kemenkum-HAM turut menjadi korban.

Pemkot dengan tegas tidak akan melakukan pengangkutan sampah, perbaikan drainase, jalan maupun memberikan penerangan jalan di area yang masuk dalam aset Kemenkum-HAM.

“Terhitung Senin tanggal 15 Juli 2019, kami Pemkot Tangerang dengan segala permohonan maaf tidak akan bertanggung jawab terhadap layanan sampah, perbaikan drainase dan jalan termasuk penerangan jalan yang berdiri di atas lahan Kemenkum-HAM,” ujarnya.

Adapun dua wilayah yang berdiri di atas lahan Kemenkumhan di Kota Tangerang adalah komplek Pengayoman dan Kehakiman.

Arief menjelaskan, sejatinya wacana penetapan lahan tersebut menjadi areal persawahan telah diatur oleh kementerian dan Provinsi Banten.

Kebijakan tersebut dapat dilihat pada Provinsi Banten nomor 5 tahun 2014, Perda nomor 5 tahun 2017, Surat Dirjen Bina Bangda Kemendagri nomor 520/636/Bangda yang dikeluarkan tanggal 5 Februari 2018, Kepututusan Menteri ATR nomor 399/Kep-23.3/X/2018, Surat Dirjen Bina Ruang nomor 122 /STR -200/II/2019 yang dikeluarkan 29 Februari 2019.

Perseteruan antara Walikota Tangerang dengan Kemenkum-HAM sejatinya sudah lama terjadi kala Pemkot Tangerang meminta Kemenkum-HAM untuk menyerahkan aset berupa lahan di dekat Pasar Babakan kepada Pemkot Tangerang untuk gedung SDN Sukasari 4-5.

Kala itu Arief meminta lahan yang tersebut untuk pembangunan gedung SDN Sukasari 4-5, namun tak kunjung mendapat respons dari Kemenkum- HAM.

Hal itu membuat Arief meradang. Bahkan ia mengancam akan mengupas aspal jalan yang ada di kawasan Komplek Pengayoman dan Kehakiman lantaran material yang digunakan menggunakan APBD Kota Tangerang. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 3 =