Kakanwil BPN Akan Tindak Tegas Pegawainya yang Lakukan Pungli PTSL

SERANG, klikbanten.co.id | Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Agraria,Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Provinsi Banten, Andi Tanri Abeng mengancam akan menindak tegas jajarannya yang melakukan pungutan kepada peserta program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

“Kalau ada petugas kami yang melakukan pungutan. Silahkan lapor ke saya. Saya akan tindak tegas,” kata Andi Tanri Abeng usai acara buka bersama di Kantor ATR/BPN Kabupaten Serang, Jumat (17/5/19).

Pernyataan tersebut disampaikan Kakanwil menyusul kian maraknya pungutan liar (pungli) kepada peserta program PTSL di beberapa wilayah di Banten yang dilakukan oknum perangkat desa/kelurahan.

Di Kota Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang misalnya. Pungli yang dilakukan oknum perangkat desa/kelurahan nilainya bervariatif yakni Rp1,5-3 juta per bidang tanah.

Meski hingga saat ini belum ditemukan keterlibatan pegawai BPN dalam pungli PTSL, namun Andi mewanti-wanti agar jajarannya tidak melakukan pungutan kepada peserta program.

“Kalau pungutan yang dilakukan di bawah itu (oleh oknum perangkat desa/kelurahan,red) itu di luar kewenangan kami. Tapi kalau sampai ada petugas kami yang melakukan itu (pungli,red) lapor ke saya,” tegasnya.

Kakanwil menjelaskan, program PTSL yang berujung pada penerbitan sertifikat tanah sejatinya tidak dipungut biaya. Adapun biaya yang boleh dikutip kepada peserta progran sesuai surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri yakni Rp150 ribu per bidang.

“Sesuai SKB tiga menteri itu Rp150 ribu. Itu untuk materai dan patok (batas tanah,red). Lebih dari itu ya tidak boleh. Nah kalau ada (perangkat desa/kelurahan,red) yang memungut lebih dari itu, ya bukan kewenangan kami memberikan tindakan atau sanksi. Itu pimpinan daerah di masing-masing wilayah, camat, bupati atau walikotanya,” tambahnya.

Andi pun mengaku petugas BPN tak henti-hentinya mensosialisasikan kepada perangkat desa/kelurahan bahwa program PTSL ini gratis. Jikapun ada pungutan tak lebih dari Rp150 ribu. “Selalu kita sosialisasikan itu. Tinggal bagaimana mereka melaksanakannya,” tukasnya.

Lebih jauh Andi menyampaikan bahwa target PTSL tahun ini di seluruh Provinsi Banten mencapai 272.710 bidang tanah. Ia pun mengimbau kepada masyarakat penerima program untuk menyiapkan patok batas tanah.

Itu agar pelaksanaan program PTSL bisa berjalan lancar dan efektif. “Ini yang perlu disampaikan, kejadian 2017, 2018 masyarakat tidak aware dengan tanahnya. Mudah-mudahan tahun ini masyarakat sudah tahu, harus siapkan patok untuk bidang tanahnya untuk membantu petugas yang akan melakukan pengukuran,” tandasnya.

Diketahui acara buka bersama di Kantor ATR/BPN Kabupaten Serang dihadiri sejumlah pejabat dari Kanwil ATR/BPN Provinsi Banten, Kantor ATR/BPN Kabupaten Serang hingga tokoh masyarakat setempat. Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Serang Teguh Wieyana pun tampak hadir dalam kesempatan itu. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 15 =