Cuma Rp120 M, Dana Infrastruktur di Kabupaten Tangerang Turun Drastis

TIGARAKSA, klikbanten.co.id | Anggaran infrastruktur di Kabupaten Tangerang pada APBD tahun 2019 ini turun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Ya, jika tahun-tahun sebelumnya anggaran infrastruktur di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencapai Rp300-400 miliar, kini hanya mencapai Rp120 miliar.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Slamet Budhi Mulyanto mengatakan, besaran dana infrastruktur pada APBD tahun 2019 ini sejatinya diusulkan senilai Rp400 miliar. Namun pada akhirnya disetujui hanya Rp120 miliar.

“Tentunya sangat jauh dari yang kami usulkan di awal. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah kebijakan anggaran yang ditetapkan,” kata Slamet Budhi kepada klikbanten.co.id, Senin (6/5/19).

Meski demikian Budhi berharap agar pada APBD Perubahan tahun ini anggaran di instansinya ditambah sesuai usulan awal. “Mudah-mudahan ada penambahan di perubahan (APBD Perubahan,red) nanti,” terangnya.

Dijelaskan, mulai tahun ini pihaknya telah mencanangkan sejumlah program pembangunan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang dalam lima tahun ke depan.

Di antaranya, pembangunan Daerah Irigasi (DI) sebanyak 22 titik yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Adapun program DI ini menelan anggaran mencapai Rp10 miliar per titik.

“Program ini bertahap. Untuk tahun ini 5 titik, mudah-mudahan bisa masuk di perubahan tahun ini,” paparnya lagi.

Pada tahun ini juga pihaknya sudah merencanakan penanganan kerusakan jembatan di 17 titik. Selain itu terdapat 24 kegiatan pada Bidang SDA.

“Kami juga telah merencanakan
penataan simpang (persimpangan jalan,red) untuk mengatasi di 18 titik selama lima tahun ke depan. Untuk tahun ini ada sekitar 7 simpang. Tapi masih menunggu proses pembebasan lahan oleh Dinas Permukiman dan Pemakaman,” ujarnya.

Bangun Fly Over Cisauk

Tak hanya persimpangan, untuk mengatasi kemacetan pihaknya juga telah mengusulkan pembangunan fly over di Kecamatan Cisauk ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Pembangungan fly over Cisauk ini diproyeksi menelan Rp175 M dengan panjang 600 meter. Namun, sambungnya, tahun ini masih dalam proses tahap pembebasan lahan.

FS (Fisibility Study) sudah dilaksanakan. Tinggal DED (Detail Engineering Design), mungkin bulan Juli selesai. Nah untuk proses pembebasan lahan ditargetkan tahun ini, karena Pak Bupati menginginkan 2020 sudah mulai dibangun,” imbuhnya. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − fourteen =