Warga Kasemen Keluhkan Bau Tak Sedap yang Ditimbulkan Pabrik Bakso

SERANG, klikbanten.co.id | Warga yang tinggal di lingkungan RT001-002/RW007, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mengeluhkan keberadaan pabrik bakso di wilayah setempat.

Keluhan tersebut disampaikan warga melalui Ketua RW007, Kelurahan Banten, Agus Syahroni kepada klikbanten.co.id, Jumat (29/3/19) lalu.

Menurut Agus, aktivitas pabrik bakso sapi milik CV Simphoni Makmur Abadi yang berlokasi di Link. KBN Demang, RT001-002/RW007 itu menimbulkan bau tak sedap.

“Banyak warga mengadu ke saya bahwa pabrik bakso itu menimbulkan bau. Itu sangat menggangu warga setiap harinya,” ujar Agus Syahroni, saat dijumpai di kantor Kelurahan Banten.

Agus pun sempat mempertanyakan hal itu kepada ketua RT001-002 terkait ditandatanganinya izin lingkungan untuk CV Simphoni Makmur Abadi.

Ia memastikan bahwa warga di sekitar pabrik serta ketua RT001-002 merasa dikelabui oleh pihak pengelola pabrik lantaran awalnya usaha yang dilaporkan yakni pengolahan rajungan, bukan bakso sapi.

“Warga merasa dibohongin, karena mereka (pengelola pabrik,red) bilangnya untuk pengolahan rajungan. Kalau tau untuk pabrik bakso, mungkin warga nggak setuju. Itu yang disesalkan warga,” imbuhnya.

Sementara Lurah Banten Rusma membenarkan soal adanya keluhan warganya atas bau tak sedap yang ditimbulkan dari pabrik pengolahan bakso tersebut.

Bahkan, Rusma mengaku pasca dilantik menjadi Lurah Banten pada November 2018 lalu ia bersama tiga pegawai Dinas Perdagangan Kota Serang melakukan sidak ke pabrik bakso tersebut.

Meski awalnya sempat kesulitan, namun akhirnya Rusma bisa bertemu dengan pihak managemen CV Simphoni Makmur Abadi selaku pengelola pabrik bakso.

“Saya sempat pertanyakan dokumen perizinannya. Kemudian saya tanyakan juga pengelolaan limbah mereka seperti apa,” beber Rusma kepada klikbanten.co.id, di kantornya, Jumat (29/3/19) lalu.

Menurut Rusma, meski secara legalitas yang ia ketahui pabrik bakso tersebut diklaim oleh dia memenuhi syarat terkait perizinan, namun ia mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi warganya.

“Izin lingkungan pabrik bakso itu kan keluar zaman lurah yang lama (Harun,red). Dan yang punya lahan dan bangunan pabrik itu juga Pak Harun. Kalau periode saya, Insya Allah nggak akan saya beri izin jika ada pabrik yang membuat warga saya resah,” imbuhnya.

Terpisah, Tony, pimpinan CV Simphoni Makmur Abadi menampik adanya keberatan dari warga terkait bau tak sedap yang ditimbulkan dari pabrik.

Ia memastikan bahwa sebelum beroperasi perusahaannya sudah mendapat persetujuan dari warga di lingkungan setempat.

“Siapa warga yang keberatan? Karena kurang lebih 30 warga sudah tandatangan persetujuan. Jadi apa yang jadi dasar keberatan warga,” kata Tony melalui sambungan telepon, Selasa (2/4/19).

Tony pun mengaku keberatan terkait tudingan soal warga merasa dikelabui terkait informasi awal bahwa perusahaannya akan mengolah rajungan.

“Nggak ada itu kami bohongin warga. Semua sudah kami sampaikan apa adanya. Dan yang pasti perizinan kami lengkap semua,” tandasnya. (dra/lai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 11 =