Mobil Dinas Bupati Pandeglang Rp1,9 M Jadi Sorotan

SERANG, klikbanten.co.id | Pembelian kendaraan dinas baru untuk Bupati Pandeglang Irna Narulita jadi sorotan publik.

Ya, mobil jenis Land Cruiser Prado untuk bupati itu dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang Tahun Anggaran 2019 dengan harga yang cukup fantastis yakni Rp1,9 miliar.

Ketua Pengurus LBH Keadilan Abdul Hamim Jauzie menyayangkan pembelian mobil dinas Bupati Pandeglang tersebut.

Hamim menyebut Pemkab Pandeglang telah melakukan pemborosan anggaran. Apalagi kabupaten yang dipimpin Irna Narulita itu merupakan kabupaten termiskin di Banten.

“Kami berpendapat, Bupati Irna Narulita ini tidak peka terhadap kondisi masyarakatnya yang miskin dan yang baru memulai membangun kehidupan pasca tsunami di Selat Sunda,” kata Hamim melalui siaran persnya, Selasa (12/3/19).

Hamim pun mempertanyakan kebijakan pembelian mobil tersebut. “Kenapa anggarannya tidak dipergunakan untuk kepentingan masyarakat kecil? Ini sama saja pemborosan,” tukasnya.

Lebih jauh, LBH Keadilan menyarakankan agar Bupati Irna menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang dipimpinnya.

LBH Keadilan berpandangan, pembelian mobil itu tidak hanya kekeliruan dari Bupati Irna semata sebagai eksekutif yang mengajukan usulan kepada DPRD Pandeglang melalui Rancangan APBD.

Akan tetapi ini juga kekeliruan dari DPRD sebagai legislatif. “Mengapa DPRD Pandeglang menyetujui anggaran pembelian mobil itu. Jadi lucu jika ada anggota dewan mengkritik,” imbuhnya.

Hamim juga membandingkan mobil dinas kepala daerah di Banten lainnya seperti Walikota Tangerang dan Walikota Tangsel yang hanya menggunakan Toyota Kijang Innova yang ditaksir kurang lebih Rp300-400 juta.

“Kalau mau membandingkan APBD di Kota Tangerang dan Tangsel itu mencapai Rp4 triliunan, tapi mobil dinas kepala daerahnya biasa-biasa saja, cuma Kijang Innova. Tidak seperti Bupati Pandeglang yang (mobil dinasnya,red) tergolong mewah,” tandasnya.

Dilansir dari detiknews, Sekda Pandeglang Fery Hasanudin mengatakan mobil baru itu datang dari permintaan Bupati dan atas pertimbangan staf. Selama ini Bupati hanya punya satu mobil dinas jenis Velfire.

“Ya namanya bupati kan untuk kepentingan protokoler. Latar belakangnya bupati kan punya mobil yang pendek itu ya, yang dulu itu (Velfire) dan wajarlah namanya dia selama itu, kan,” kata Fery.

Sementara Dimyati Natakusumah, yang tak lain sang suami dari Irna Narulita menjelaskan, spesifikasi mobil tersebut diperlukan karena kondisi geografis Pandeglang dan tidak dipakai untuk urusan pribadi.

“Pandeglang itu tidak seperti di Jakarta sehingga diperlukan mobil 4WD, termasuk untuk tamu yang kadang-kadang pakai heli, pakai sedan. Tapi itu mobil rakyat. Itu mobil nggak jadi milik (pribadi), itu mobil rakyat, fasilitas,” ujar Dimyati kepada wartawan, seperti dilansir detiknews, Selasa (12/3/2019).

Land Cruiser Prado masuk kelas mobil sport utility vehicle (SUV). Dimyati mengatakan mobil tersebut sudah sesuai dengan standar yang diatur Permenkeu Nomor 76/PMK.06/2015. Kapasitas maksimal silinder untuk mobil dinas kelas SUV, menurut Dimyati, adalah 3.500 cc.

“Karena di peraturannya itu cc, aturannya 3.500 cc. Speknya sama, kalau melebihi cc yang ditentukan, saya kan membuat peraturan UU, waktu membuat UU begitu, jelas aturannya. Masalah harga mobil, disesuaikan dengan mobilnya. Kan yang ditentukan bukan nilainya, tapi cc-nya,” imbuh mantan Bupati Pandeglang itu. (ril-dtc/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × two =