Warga Tagih Janji Airin Terkait Revitalisasi Pasar Ciputat

TANGSEL, klikbanten.co.id | Sejumlah warga yang tinggal di sekitaran Pasar Ciputat, Kecamatan Ciputat, mempertanyakan rencana revitalisasi pasar oleh Pemkot Tangsel.

Soalnya, ratusan rumah warga rencananya akan direlokasi oleh Pemkot Tangsel guna memuluskan rencana revitalisasi Pasar Ciputat.

Tuti Haryati, salah satu warga RT 003/009 Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat mengaku pada medio Juli 2018 lalu, telah menerima pemberitahuan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangsel terkait rencana relokasi rumahnya.

Bahkan ia bersama warga lain hanya diberikan waktu satu bulan untuk mempersiapkan diri lantaran relokasi akan dilaksanakan oleh Pemkot pada Agustus 2018 lalu.

“Waktu itu yang memberitahukan Bu Riski dari Dinas Perkim bahwa akhir tahun 2018 rumah saya akan direlokasi. Nah, saya sempat protes kok waktunya pendek sekali, cuma sebulan dari pemberitahuan awal,” ujar Tuti Haryati kepada klikbanten.co.id, akhir pekan lalu.

Namun rencana relokasi itu hingga kini tak kunjung terlaksana tanpa pemberitahuan lebih jauh oleh Pemkot Tangsel. “Ya saya nggak tau kenapa sampai sekarang nggak ada kabar lanjutan,” tukasnya.

Tuti mengaku sudah puluhan tahun menempati rumahnya. Berdasarkan pengakuan Tuti, rumah yang dihuninya sejak lahir itu berdiri di atas tanah kas desa itu alias eks tanah bengkok.

Pada 23 Mei 2005 ia bersama ratusan warga lainnya memperoleh hak kepemilikan tanah setelah pihak Kecamatan Ciputat menerbitkan Surat Pelepasan Hak (SPH) kepada seluruh warga yang menempati tanah eks bengkok tersebut.

“Jadi dasar kepemilikan tanah di sini adalah SPH yang diterbitkan oleh pihak Kecamatan Ciputat, waktu itu Camat-nya Pak Muhamad,” ujarnya sembari menunjukan bukti copyan SPH yang diterbitkan oleh Kecamatan Ciputat.

Janji Kampanye Airin

Ferry, Ketua RT 002/008 Kelurahan Ciputat yang rumahnya termasuk yang akan direlokasi oleh Pemkot Tangsel mengaku masih menunggu informasi dari Dinas Perkim Kota Tangsel terkait kelanjutan rencana revitalisasi.

Soalnya, yang dia ketahui pada 2018 lalu Pemkot Tangsel telah menganggarkan dana puluhan miliar untuk revitalisasi, namun pada akhirnya rencana tersebut tak terealisasi.

“Kita masih menunggu,” kata Ferry. Ia pun mengaku mendengar kabar bahwa persoalan pembebasan tanah masih menunggu kajian hukum dari Pemkot Tangsel.

“Infonya masih dikaji di bagian hukum. Kalau warga di sini ya menunggu kepastian, karena tahun 2018 lalu sudah disosialisasikan mengenai rencana pembebasan tanah untuk revitalisasi Pasar Ciputat,” imbuhnya.

Menurutnya, revitalisasi Pasar Ciputat ini merupakan janji Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany saat kampanye pada Pilkada Tangsel 2015 lalu, yang kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangsel.

“Tentunya menjadi pertanyaan warga karena rencana revitalisasi Pasar Ciputat ini janji Bu Walikota saat kampanye dulu,” ujarnya. Lebih jauh Ferry menjelaskan, di RT 002/008 ada 43 bidang tanah yang luas total sekitar 4.500 meter persegi yang rencananya akan dibebaskan.

Tahun Ini Kembali Dianggarkan

Terpisah, Kabid Pengadaan Tanah Dinas Perkim Kota Tangsel, Rizkiyah memastikan, bahwa pada tahun anggaran 2018 lalu telah mengalokasikan dana Rp60 miliar untuk pembebasan lahan yang masuk dalam zona revitalisasi.

Namun, pembebasan lahan urung dilaksanakan lantaran Pemkot Tangsel masih melakukan kajian hukum terkait status lahan yang ditempati ratusan warga tersebut. Sehingga anggaran yang telah disiapkan tidak terserap.

“Memang tahun kemarin (2018,red) kita anggarkan Rp60 miliar tapi pada akhirnya tidak terserap karena belum ada kepastian hukum terkait status lahan yang akan dibebaskan,” beber Rizkiyah.

Meski kajian hukum terkait status lahan yang akan dibebaskan belum rampung, namun Rizkiyah mengaku pada APBD tahun 2019 ini kembali menganggarkan dana yang nilainya tak jauh berbeda dengan tahun lalu.

“Nilainya kurang lebih Rp60 miliar juga. Karena yang pasti, dalam revitalisasi pasar ini tentunya membutuhkan perluasan lahan,” ucapnya.

Rizki, sapaan akrab Rizkiyah- memastikan bahwa lahan yang akan dibebaskan seluas 2,1 hektare yang terdiri dari empat blok di antaranya Blok Sawo, Terminal, Musola dan Polikardonat. Adapun total bidang yang akan dibebaskan di empat blok tersebut sebanyak 133 bidang atau SPH.

Dimana, kata dia, dua bidang di antaranya sudah naik status menjadi Sertifikat Hak Milik. “Jadi dua bidang yang sudah bersertifikat itu berada di Blok Terminal dan Blok Sawo. Selain itu masih SPH,” imbuhnya.

Diketahui, Pemkot Tangsel sejatinya akan melaksanakan revitalisasi Pasar Ciputat pada 2018 lalu. Namun rencana revitalisasi tersebut urung dilaksanakan lantaran terbentur status lahan.

Dari informasi yang dihimpun klikbanten.co.id, lahan yang akan dibebaskan oleh Pemkot Tangsel tersebut merupakan eks tanah kas desa alias tanah bengkok yang dijual kepada warga dengan dasar SPH yang diterbitkan oleh Camat Ciputat yang saat itu dijabat Muhamad (saat ini menjabat Sekda Tangsel,red). (dra/lai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =