Soal Limbah B3, PT Astra Didemo Ratusan Aktivis Lingkungan Hidup

JAKARTA, klikbanten.co.id | Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) Indonesia menggelar aksi demontrasi di depan Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman Kav.5-6 Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2019) lalu.

Direktur Eksekutif YAPELH, Uyus Setia Bhakti, menjelaskan aksi damai tersebut merupakan aksi lanjutan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Desember lalu.

“Aksi hari ini kali keduanya kita lakukan, tuntutan kita hanya minta agar Astra komitmen dan konsisten menjalankan visi perusahaannya yang katanya ramah lingkungan, faktanya Astra lemah dalam supervisi pengawasan terhadap perusahaan penyuplai aki,” tegasnya.

Uyus memberikan contoh lemahnya pengawasan seperti pengolahan limbah aki bekas yang tidak sesuai peraturan yang diduga dilakukan oleh PT Indra Eramulti Logam Industri (IMLI), yang merupakan perusahaan penyuplai timah hitam PT CBI
yang merupakan anak perusahaan dari PT Astra Otoparts.

PT IMLI dinilai telah melanggar UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah No.101/2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

“Ini bukan aksi terakhir, kita akan aksi lagi bila Astra tidak sungguh-sungguh dan menjalankan tuntutan kami,” lanjutnya.

Sebagai lembaga yang concern dalam advokasi pelestarian lingkungan hidup sejak tahun 2002, pihaknya menuntut agar pemerintah dalam hal ini Kementrian LHK segera menindaklanjuti surat pengaduan yang dilayangkan YAPELH, serta memberi sanksi tegas industri pencemar lingkungan penghasil limbah B3.

Pantauan di lapangan bahwa sempat perwakilan ASTRA menemui massa aksi, namun ditolak Uyus karena dianggap bukan pemilik kebijakan. “Kita mau ketemu sama direktur, kalau bukan ya nggak usah,” pungkasnya.

Meskipun hujan mengguyur, massa aksi tetap bertahan dan berakhir sekitar pukul 17 membubarkan diri dengan tertib.

Untuk diketahui, dugaan pencemaran limbah B3 ini dari investigasi dan penelitian YAPELH di lapangan. Dimana ditemukan bukti yang kuat bahwa PT Indra Eramulti Logam Industri (IMLI) sebagai pemasok utama perusahaan aki/ battery Astra, diduga tidak mengolah atau mendaur ulang aki bekas sesuai dengan ketentuan UU dan peraturan yang berlaku.

“Jika mata rantai produksi timbal batangan/ timah hitam yang kemudian menjadi aki yang dipasok ke anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk ini tidak dihentikan, maka secara langsung maupun tidak langsung PT Astra Otoparts Tbk diduga telah ikut memberikan dukungan atas proses produksi bahan baku aki yang tidak sesuai dengan UU dan PP B3,” kata Uyus sebelumnya. (rls/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 4 =