Tanah di Larangan Utara Diyakini Milik Negara

TANGERANG, klikbanten.co.id | Teka-teki soal status tanah seluas 2.584 meter2 di Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang yang diduga sebagai tanah negara mulai terjawab.

Dari data yang diperoleh tim klikbanten.co.id, terdapat kejanggalan antara tanah yang diduga sebagai tanah negara di RT003/007 dengan tanah milik Sidih Lemped yang berada di RT 004/007.

Dimana seperti diberitakan sebelumnya, tanah yang diduga tanah negara seluas 2.584 meter2 dijual oleh oknum pejabat Pemkot Tangerang kepada empat orang melalui lima Akta Jual Beli (AJB).

Penjualan tanah tersebut menggunakan dasar Kohir No C 211 atas nama Sabenih Bin Sidih Lemped. Sementara dari AJB terakhir yang terbit pada 2017 lalu, leter C 211 lokasinya berada di tanah Sidih Lemped yang luas awalnya mencapai 4.000 meter2.

Jarak antara tanah yang diduga sebagai tanah negara dengan tanah Sidih Lemped mencapai 100-200 meter. Nah, di tengah-tengah tanah yang diduga tanah negara dengan tanah Sidih Lemped terdapat hamparan tanah seluas 4.000 meter2 lebih.

Sementara, dari AJB terakhir di tanah yang lokasinya berada di tengah-tengah antara dua hamparan tanah tersebut, muncul Persil 57 D II Kohir No. C 257. AJB tersebut bernomor 191/2014 atas nama Haji Sarun sebagai penjual dan Tugiyo sebagai pembeli.

Sumber klikbanten.co.id mengatakan, jika di antara dua hamparan tanah (tanah diduga tanah negara dengan tanah Sidih Lemped,red) terdapat tanah lain yang berbeda hamparan, maka bisa diyakini berbeda pula leter C atau buku C desa.

“Jadi tanah yang lokasinya ada di tengah-tengah (antara tanah yang diduga tanah negara dengan tanah Sidih Lemped,red) itu kuncinya. Kalau leter C-nya sudah berbeda, maka sudah bisa dipastikan tanah Sidih Lemped dengan tanah desa (tanah negara,red) tidak berada dalam satu hamparan,” ujar sumber klikbanten.co.id yang merupakan warga Larangan Utara, Selasa (13/11/2018).

Sehingga, lanjut sumber, dasar menerbitkan lima AJB di atas tanah yang diduga tanah negara dengan bermodalkan alas hak leter C 211 menjadi terbantahkan dengan munculnya leter C dengan nomor berbeda.

“Jadi C 211 yang digunakan sebagai dasar menjual tanah desa (diduga tanah negara,red) itu lokasinya di tanah Sidih Lemped. Nah tanah desa yang dijual itu pakai leter C siapa? Karena setahu saya C tanah desa itu sama dengan tanah SD dan Puskesmas, karena itu satu hamparan itu Nomor 34/I,” beber sumber tersebut.

Sebelumnya, Sekretaris Kecamatan Larangan yang sebelumnya menjabat Lurah Larangan Utara, Syamsul Karmala memastikan tanah yang dijual melalui lima AJB dengan tanah milik Sidih Lemped masih berada dalam satu hamparan dengan Kohir No. C 211.

Diketahui kasus dugaan penjualan tanah negara yang disinyalir melibatkan pejabat Pemkot Tangerang dan sejumlah pihak ini, tengah bergulir di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Sebanyak empat orang sudah diperiksa tim jaksa Bidang Pidsus Kejati Banten pada Senin (12/11/2018). Ke empat orang tersebut dianggap mengetahui riwayat tanah yang diduga tanah negara tersebut. (tim/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =