Bayi Penderita Hidrosefalus Asal Lebak Butuh Uluran Tangan

LEBAK, klikbanten.co.id | Mata Rudi Hartono tampak berkaca-kaca kala menceritakan penderitaan yang dialami bayinya, Sabil Setiawan.

Bagaimana tidak? Bayi enam bulan yang merupakan anak semata wayangnya itu menderita penyakit Hidrosefalus.

Ya, warga asal Kampung Beber, RT 003/002, Desa Cihujan, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten itu tak kuasa menahan rasa pilu setiap Sabil menangis akibat rasa sakit yang diderita.

Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh tani itu memang tak tinggal diam melihat kondisi bayinya tersebut.

Ia pun pernah membawa Sabil ke RSU Malingping dengan harapan bayinya bisa mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tersebut.

Namun sayang, pihak RS Malingping menyarankan agar Sabil dirujuk ke RS Rangkasbitung lantaran keterbatasan peralatan medis.

Saran dari RSU Malingping ia lakoni. Namun, lagi-lagi asa agar pihak RS Rangkasbitung bisa menangani penyakit bayinya pun pupus.

Itu lantaran pihak RS Rangkasbitung angkat tangan untuk menangani pengobatan bayinya karena keterbatasan peralatan medis.

“Pihak RS Rangkasbitung memberikan rujukan ke RSCM (RS Cipto Mangungkusumo) di Jakarta, karena mereka belum mampu melakukan tindakan dengan jenis penyakit anak saya ini,” ujar Rudi kepada klikbanten.co.id, Kamis (22/8/2018).

Mendengar penjelasan pihak RS Rangkasbitung, Rudi pun sempat merasa kecil hati. Soalnya ia tak memiliki uang yang cukup untuk membiayai perobatan anaknya tersebut di RSCM, Jakarta.

Apalagi Sabil belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Hanya ia dan istrinya saja yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Namun setelah mendapat saran dari kerabatnya, Rudi lantas meminta pertolongan ke salah satu staf di Desa Cihujan agar Sabil memiliki kartu BPJS. Namun, setelah lima hari berlalu kartu BPJS yang ia harapkan tak kunjung ada.

“Saya sudah meminta tolong ke staf desa untuk mengurus pembuatan kartu BPJS untuk anak saya, dan berkas sudah diberikan lima hari yang lalu, tetapi sementara ini kartu BPJS-nya belum jadi,” ujar Rudi melalui sambungan telepon.

Rudi menuturkan, ia harus segera membawa bayinya ke RSCM tetapi masih ragu karena yang ia punyai hanya surat keterangan tidak mampu (SKTM). Sedangkam kartu BPJS untuk Sabil belum jadi.

“Saya berharap ada pihak yang memberikan kepastian dan jaminan agar anak saya bisa dioperasi di Jakarta,” imbuh Rudi mengakhiri sambungan telepon. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 − 2 =