Diduga Ajang Transaksional, PPDB Jalur Afirmasi Disoal

TANGERANG, klikbanten.co.id | Warga di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang mempertanyakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMAN 3 Kota Tangerang.

Soalnya, banyak calon peserta didik yang ikut dalam PPDB untuk jalur Afirmasi (offline) yang tinggal di sekitar lingkungan SMAN 3 Kota Tangerang, tidak terakamodir. Padahal mereka masuk dalam sistem zonasi.

Ketua RW 02, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Arif Hidayat mengungkapkan, setidaknya ada 16 calon peserta didik yang diusulkan masuk ke SMAN 3 Kota Tangerang melalui jalur Afirmasi.

Dari 16 siswa tersebut, kata Arif, hanya 3 di antaranya yang diterima oleh pihak sekolah. Itupun ketiga siswa pemegang surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Sedangkan 13 nama lainnya harus menelan rasa kecewa lantaran namanya tak kunjung mendapat panggilan dari pihak sekolah. Padahal mereka tinggal di sekitar lingkungan SMAN 3 Kota Tangerang.

“Mereka itu warga saya. Kalau merujuk pada aturan (sistem zonasi,red), maksimal radius 500 meter dari sekolah. Sementara anak-anak ini posisi rumahnya nggak lebih dari 100 meter dari sekolah. Kenapa pihak sekolah nggak mau nerima?” ujar Arif kepada klikbanten.co.id, Jumat (20/7/18).

Menurut Arif, Kepala SMAN 3 Kota Tangerang, Arbani, secara terang-terangan mengabaikan petunjuk teknis (juknis) yang dibuat dalam PPDB tahun ini. Padahal dalam juknis PPDB diatur jarak maksimal zonasi yakni 500 meter.

“Inikan sama saja mengangkangi aturan yang sudah dibuat. Apalagi yang saya ketahui, jalur afirmasi itu dibuka untuk mengakomodir warga sekitar sekolah yang masuk dalam zonasi,” tukas Arif.

Terlebih lanjut Arif, jika melihat historis keberadaan SMAN 3 Kota Tangerang itu tak lepas dari peran warga di Kelurahan Karang Tengah. Dimana, warga memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pendirian sekolah tersebut.

“Kalau mau tahu sejarahnya, Bapak saya Abdul Somad, adalah salah satu pendiri SMAN 3 Kota Tangerang. Walaupun lahannya milik pemda, tapi yang merintis pembangunan sekolah itu ya warga di sini, termasuk bapak saya” ucapnya.

Lebih jauh Arif bahkan mengaku sudah mempertanyakan persoalan tersebut kepada Arbani. Namun, jawaban Kepala SMAN 3 Kota Tangerang tersebut tidak memuaskan.

“Pak Arbani selalu melempar ke provinsi. Dia bilang kalau penentuan siswa yang diakomodir di jalur afirmasi itu yang menentukan Dindikbud Banten,” tukasnya.

Arif bahkan menduga bahwa jalur Afirmasi ini dijadikan ajang transaksional. Soalnya, dari 16 calon peserta didik yang diusulkan hanya 3 siswa saja yang diterima.

“Apalagi kalau dihitung, kuota jalur Afirmasi di SMAN 3 itu ada 32 siswa. Nah yang jadi pertanyaan, 29 siswa yang mengisi jalur Afirmasi ini dari mana asalnya. Sedangkan usulan dari kami saja, cuma tiga yang diterima,” tukasnya.

Arif pun meminta agar Arbani transparan dalam PPDB jalur Afirmasi ini. “Saya minta Arbani selaku kepala sekolah untuk membuka nama-nama siswa yang masuk di jalur Afirmasi ini,” tandasnya.

Sayangnya, Arbani belum mau memberikan komentar terkait hal ini. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan enggan merespons.

Pesan singkat yang dikirim klikbanten.co.id ke nomor Arbani pun tak kunjung dibalas. (dra/lai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =