SEPAK BOLA DAN DAKWAH ISLAM

Oleh : Agus Salim

Sepak bola merupakan olahraga rakyat, karena baik dari kalangan muda maupun yang tua, yang kaya maupun yang miskin, yang bodoh maupun yang pintar semua menyukai sepak bola, bahkan sepak bola sudah seperti menjadi agama baru di beberapa tempat di belahan bumi ini.

Dalam kurun beberapa dekade ini, sepak bola tidak lagi hanya menjadi cabang olahraga atau tontonan belaka, melainkan sudah menjelma menjadi sebuah industri. Segala hal yang berkaitan dengan sepak bola baik itu pemain , pelatih, tim, jersey dan sebagainya pasti memiliki nilai jual yang cukup tinggi, khusunya pemain, seorang pemain sepak bola – yang bermain di salah satu tim terbaik dunia – selain memiliki nilai jual yang tinggi, pengaruhnya juga amat besar bagi para penggemarnya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para pesohor lapangan hijau itu, baik di dalam maupun di luar lapangan selalu memberikan dampak pada penggemarnya, seperti yang dilakukan oleh pemain sepak bola yang meraih gelar pemain terbaik dunia atau yang dikenal dengan sebutan Ballon D’or 2017, Cristiano Ronaldo, dilansir dari Bolasport.com pada bulan Februari lalu, mega bintang sepak bola tersebut mengajak para penggemarnya untuk mendonasikan bantuan pada korban konflik Rohingya dan hasilnya banyak sekali orang – kebanyakan para penggemarnya – yang memberikan bantuan untuk korban konflik tersebut.

Beberapa bulan ini, aksi salah satu pemain sepak bola terbaik dunia yang juga merupakan pemain andalan Liverpool FC, Mohamed Salah, mampu menyedot perhatian dunia, bukan hanya karena kepiawannya memainkan si kulit bundar, akan tetapi juga karena aktifitasnya yang menakjubkan di luar lapangan hijau. Mohamed Salah pemain kelahiran mesir yang juga beragama islam ini, aktifitasnya selalu memberikan dampak bagi setiap penikmat sepak bola khususnya untuk para penggemar Liverpool FC atau yang dikenal dengan sebutan Liverpudlian. Dilansir dari Tribunnews.com, Mesjid tertua di Inggris yang berada di Liverpool kini ramai dikunjungi oleh banyak orang baik yang beragama islam maupun bukan, selain karena ingin beribadah mereka juga ingin bertemu dengan Mohamed Salah karena disinyalir ia sering salat di mesjid tersebut. Selain itu, kegiatan-kegiatan Mo Salah – nama panggilan Mohammed Salah – sebelum pertandingan berlangsung juga sangat menarik untuk para penggemarnya, salah satunya yang ditulis di media online, Okezone.com bahwa Mo Salah tertangkap kamera di pesawat terbang yang membawanya ke stadion ketika sedang membaca Alquran dan sampai sekarang ini banyak fans Liverpool FC yang masuk islam karena kagum dengan sosok Mo Salah.

Hal-hal yang dilakukan oleh Mo Salah tadi pada hakikatnya merupakan dakwah yang dilakukan oleh seorang muslim, dakwah tidak hanya dilakukan dengan cara berceramah di mesjid atau di majelis ilmu, melainkan bisa di mana saja dan dengan cara apa saja. Seperti yang dilakukan oleh Mo Salah selain mampu menginspirasi banyak orang karena prestasinya di lapangan hijau, ia juga mampu membuat orang untuk taat beribadah karena hal-hal yang dilakukannya di luar lapangan hijau dan bahkan orang-orang yang bukan beragama islam berdecak kagum pada apa yang dilakukan olehnya. Mo Salah juga mampu meredam kebencian oleh mayarakat dunia terhadap umat Islam atau yang lebih dikenal dengan Islamophobia dengan prestasi dan tindakannya. M. Quraish Shihab membuat pernyataan dalam ceramahnya beberapa waktu lalu bahwa “ Dakwah seorang pemain sepak bola lebih berpengaruh, ketimbang dakwah seorang pemuka agama” begitulah kira-kira yang diucapkan beliau, pernyataan tersebut memang tidak bisa disalahkan karena para pemain sepak bola saat ini sudah menjadi idola bagi banyak orang, sehingga para penggemar pasti akan selalu mengikuti apa yang dilakukan idolanya.

Dari beberapa contoh nyata yang dilakukan oleh para pesohor sepak bola tadi, ada beberapa hal yang dapat kita simpulkan bersama, pertama dakwah di era sekarang ini tidak harus selalu dilakukan secara lisan, akan tetapi lebih efektif dengan perbuatan, karena untuk sebagian orang saat ini akan menganggap dakwah secara lisan hanyalah omong kosong belaka, sebab banyak  sekali pemuka agama yang perkataannya tak sesuai dengan perbuatannya. Kedua dakwah tidak selalu harus dilakukan oleh seorang pemuka agama, tapi oleh semua orang yang beragama islam karena sudah merupakan kewajiban dan dapat dilakukan di mana saja. Ketiga dakwah pada hakikatnya bersifat mengajak bukan memaksa, jadi buatlah dakwah yang kita lakukan entah dengan lisan ataupun perbuatan mampu memengaruhi orang lain untuk berbuat kebaikan, bukan sebuah provokasi apalagi sebuah kampanye politik. Keempat konsisten dengan apa yang kita ingin kita lakukan untuk masa depan, karena dengan kita konsisten banyak orang yang akan melihat prestasi kita dan banyak juga yang akan terinspirasi dengan apa yang kita lakukan, seperti yang yang dilakukan oleh para pesohor lapangan hijau tadi.

Sepak bola dan dakwah Islam memang pada awalnya bukanlah hal yang dapat disatukan, tapi melihat yang dilakukan oleh Mo Salah – dan mega bintang lapangan hijau yang lain – hal tersebut sangatlah mungkin dilakukan, banyak orang bilang bahwa sepak bola adalah bahasa universal karena mampu mempersatukan banyak golongan. Begitu juga dengan dakwah Islam, karena sifatnya mengajak untuk berbuat kebaikan maka sangat cocok sekali dengan “bahasa universal” tersebut. Pada era sekarang ini, dakwah secara kreatif sangat dibutuhkan karena lebih efektif dalam menarik banyak orang untuk berbuat kebaikan salah satunya sepak bola.  (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 11 =