Rawan Kecelakaan, 6,39 Juta Sepeda Motor Lintasi Jalur Mudik

TANGERANG, klikbanten.co.id | Pemerintah pusat tahun ini telah menyediakan angkutan mudik lebaran untuk sepeda motor.

Sebanyak 39.446 unit sepeda motor nantinya akan diangkut melalui truk, kereta api, kapal laut dan kapal ro-ro dalam program mudik gratis tersebut.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarjono menyebutkan, ada peningkatan dalam mudik gratis sepeda motor dibanding tahun lalu, yakni 19.148 unit atau naik 106 persen.

Djoko memprediksi, sebanyak 6,39 juta pemudik akan menggunakan kendaraan roda dua. Dari kuota mudik gratis sepeda motor, hanya dapat mengakomodir 0,0061 persen saja.

Itu, kata Djoko, jauh dari angka 1 persen. Mudik gratis menggunakan kapal laut, packing tinggi subsidinya, yakni sekitar Rp1,2 juta per unit sepeda motor.

“Sulit rasanya untuk mengimbau pemudik motor untuk beralih menggunakan angkutan umum. Pasalnya, di tempat tujuan, keberadaan angkutan umum tinggal cerita,” kata Djoko Setijowarjono melalui siaran pers yang diterima klikbanten.co.id, Selasa (29/5/18).

Menurut Djoko, kondisi ini tak lain akibat fenomena angkutan umum yang sudah punah. Walaupun ada, hanya sisa-sisa yang tentunya kondisinya sudah tidak memadai lagi.

“Jangan membayangkan kondisi transportasi umum di daerah seperti di Jakarta dengan KRL dan busway yang nyaman, murah dan berpendingin,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjut Djoko, pemerintah menghendaki pemudik menggunakan angkutan umum, tetapi keberadaan angkutan umum di daerah kian memburuk.

Janji pemerintah dalam RPJMN 2015-2019 dan Renstra Perhubungan 2015-2019 akan menyediakan angkutan umum untuk 34 kota se-Indonesia, hanyalah isapan jempol.

“Nyatanya, hingga sekarang belum satupun ada kota selain Jakarta yang memiliki angkutan umum yang memadai,” ucapnya.

Djoko menilai, realitanya angkutan pedesaan di Jawa sudah punah. Pemda tidak peduli, karena sepeda motor dianggap sebagai pengganti angkutan umum.

Dampaknya, kata Djoko, angka kecelakaan makin tinggi. Secara nasional masih bertengger di atas 70 persen.

“Imbauan dapat diberikan, misalnya setiap dua jam harus istirahat, tidak boleh membawa barang berlebihan, tidak boleh lebih dari dua orang, dilarang bawa anak-anak,” ujarnya.

Meski sudah ada ketentuan untuk membawa barang menggunakan sepeda motor, namun mengangkut barang dengan sepeda motor tidak bisa sembarangan.

Dalam Pasal 10 ayat 4 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan, lebar barang muatan tidak boleh melebihi stang kemudi.

Kemudian ketinggian barang muatan pun harus kurang dari 900 mm dari atas tempat duduk dan muatan tersebut harus ditempatkan di belakang pengemudi.

“Selama transportasi umum di daerah masih buruk, sulit rasanya pemerintah mengendalikan sepeda motor untuk digunakan mudik. Angka kecelakaan mudik motor masih tinggi,” tukas Djoko.

Oleh sebab itu, Djoko mengimbau agar pemerintah pusat segera membangun transportasi umum sesuai janjinya dalam RPJMN 2015-2019. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − four =