BPN Pastikan Girik Bisa Masuk PTSL

TANGERANG, klikbanten.co.id | Kepala Kantor ATR/BPN Kota Tangerang, Candra Genial, memastikan warga yang memiliki dokumen tanah berupa girik bisa didaftarkan dalam program PTSL.

Pernyataan Candra itu menyusul adanya indikasi penolakan atas dokumen tanah warga berupa girik di RW 05, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, oleh aparat kelurahan setempat.

Dimana sebelumnya, warga yang ingin ikut dalam program PTSL tahun ini merasa diabaikan oleh aparatur kelurahan lantaran alas hak tanahnya masih berupa girik.

Perangkat kelurahan ditengarai hanya mau memproses dokumen kepemilikan tanah warga setempat yang sudah berbentuk Akta Jual Beli (AJB) maupun Akta Hibah.

“Kami pastikan, girik bisa didaftarkan. Tidak ada alasan, untuk tidak mengakomodir keinginan warga untuk mendaftar dalam PTSL hanya karena alas hak mereka masih berupa girik,” kata Candra Genial kepada klikbanten.co.id, di ruang kerjanya, Senin (28/5/18).

Menurut Candra, warga yang hanya bermodalkan girik ini nantinya akan dimasukan dalam klaster 3 (K3). Dimana kata dia, klaster 3 ini berisikan berkas-berkas surat tanah warga yang masih belum lengkap.

Seperti misalnya, belum beralih ke akta jual beli (AJB) maupun akta hibah, serta melunasi SPPT. Dalam artian, berkas berupa girik tetap didaftarkan dalam program PTSL tahun ini sembari menungu kelengkapan dokumen lainnya.

“Yang penting masyarakat minimal menyampaikan foto copy KTP, PBB, girik yang ada, saya daftarkan. Ini saya kategorikan K3, suratnya belum lengkap karena belum dialihkan ke orang lain. Begitu dia bayar pajak tahun depan saya sertifikatkan,” jelasnya.

Berkas K3 ini, sambungnya, sudah bisa dipastikan sudah masuk dalam plotingan yang nantinya akan disertifikatkan. “Begitu ada yang mau mengukur, eh jangan, inikan sudah diukur, sudah terdaftar semua petanya, posisinya, sudah terploting,” tambah pria berdarah Lampung itu.

Lebih jauh, Candra sudah berulang kali memberikan sosialisasi kepada seluruh lurah se-Kota Tangerang terkait petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan PTSL yang salah satunya mengakomodir dokumen tanah berupa girik.

“Bisa semua. Tidak ada satu jengkal tanahpun yang tidak bisa kita daftarkan sepanjang dia punya bukti kepemilikan apapun alasannya. Minimal kan girik dulu. Berenti sampai disitu, dia (pemilik girik,red) sudah mendapatkan peta bidang,” papar pria asal Kota Bandarlampung itu.

Meski demikian, lanjut Candra, peta bidang itu bukanlah sebuah bukti kepemilikan tanah. Peta bidang itu, menunjukan bukti bahwa bentuk bidang tanah sudah sesuai luasan dan sesuai pengukuran.

Disinggung soal tidak dilaksanakannya juknis terkait surat berupa girik oleh aparat kelurahan seperti yang terjadi di Kelurahan Kunciran, Candra mengaku sudah maksimal dalam memberikan sosialisasi kepada para lurah.

“Masalah mau melaksanakan apa tidak, itu bukan kewenangan saya. Saya rasa (sosialisasi,red) sudah cukup maksimal. Kalau kata anak buah saya, Pak mereka nolak dengan alasan harus buat akte, harus bayar BPHTB. Seharusnya kan nggak perlu lagi buat akte, sudah sampai di girik itu selesai (bisa daftar PTSL,red),” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di RW 05, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mengeluhkan pelaksanaan program PTSL di wilayah mereka.

Soalnya, warga yang alas hak tanahnya hanya bermodalkan girik, merasa diabaikan oleh aparatur di kelurahan setempat. Itu, lantaran pihak kelurahan lebih mengutamakan warga yang memiliki AJB maupun Akta Hibah. (dra/lai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =