Gawat! Pipa Limbah Beracun PLTU Suralaya Diduga Bocor

CILEGON, klikbanten.co.id | Pipa dan tabung pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik Indonesia Power, PLTU Suralaya, di Jalan Raya Suralaya, Kota Cilegon, diduga bocor.

Kebocoran tersebut terjadi pada bagian pipa dan tabung pengisian limbah B3 berbentuk fly ash (abu terbang hasil pembakaran batubara) yang dikelola oleh anak perusahaan Indonesia Power, PT Energi Prima Nusantara.

Sumber klikbanten.co.id yang kerap melintas di Jalan Raya Suralaya mengaku melihat kepulan debu hitam pekat di sekitar pengisian fly ash di lokasi tersebut.

“Setiap saya lewat tempat penyimpanan limbah fly ash itu, saya selalu lihat muncul abu pekat di udara,” ujar sumber yang merupakan warga di sekitar PLTU Suralaya, Senin (14/5/18).

Menurut sumber yang meminta namanya dirahasiakan itu, kondisi tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada perbaikan atas dugaan kebocoran pipa dan tabung pembuangan limbah fly ash tersebut.

“Setahu saya fly ash itu kan limbah B3 yang berbahaya dan beracun. Tentunya bisa membahayakan bagi lingkungan sekitar. Khususnya manusia,” tukas sumber tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Staf Humas Bagian Pengelolaan Lingkungan, Indonesia Power, Viny Caroline, tak menampik soal dugaan kebocoran pada pipa penampungan fly ash tersebut.

Viny yang didampingi Manager Humas Indonesia Power, Sudirman, dan stafnya Asep Sukendar menjelaskan, kerusakan filter pada pipa dan tabung pembuangan fly ash tersebut terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.

“Memang sudah kami cek ada kebocoran filter (pada pipa pembuangan fly ash,red). Dan kami sudah mengajukan untuk penggantian dan perbaikan ke managemen,” ujar Viny saat ditemui di perkantoran PLTU Suralaya.

Manager Humas Indonesia Power, Sudirman menambahkan, pada awal Januari lalu, pihaknya sudah mengajukan usulan perbaikan kerusakan ke managemen.

Namun, hingga kini belum juga terealisasi. “Ini (keterlambatan perbaikan,red) karena alat filternya itu indent, harus menunggu didatangkan dari luar negeri,” tambahnya.

Dikutip dari berbagai sumber, bahaya fly ash jika tertiup angin dan terhirup oleh masyarakat, bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan.

Sementara jika hujan, air yang bercampur limbah fly ash bisa mencemari lingkungan karena bersifat asam dan merusak kesuburan tanah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pelaku pencemaran lingkungan dapat dijerat dengan sanksi pidana.

Dalam Pasal 98, Pasal 103, Pasal 104 jo Pasal 116 dalam UU tersebut, ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 3 miliar. (dra/lai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + five =