Irjen Ike Edwin Ajak Mahasiswa Lampung Ikut Bangun Daerah

TANGSEL, klikbanten.co.id | Guna menjaga kebudayaan daerah di tanah rantau, Himpunan Mahasiswa Lampung (HML) Tangerang Selatan menggelar Festival Seandanan (lestari budayamu, makmur rakyatmu).

Festival yang dihelat dalam rangkaian memperingati HUT ke-6 HML Tangsel itu, berlangsung di gedung Radiant Hall Tangsel, Sabtu (12/5/18). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat Lampung yang berkarya di tanah rantau.

Mereka di antaranya Irjen Ike Edwin, Staff Ahli Kapolri Bidang Sosial dan Politik yang juga tokoh Lampung, Heriyana Romdoni, Ketua Badan Penghubung Provinsi Lampung.

Fahmi Muhammad Ahmadi sebagai Dewan Pembina sekaligus civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Toni Sastra Jaya dari kalangan advokat, Junaidi Rusli Ketua PWI Tangsel.

Kemudian, Dedi Sutardi sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, dan M Rano Alfath sebagai Ketua KNPI Banten.

Dalam kesempatan itu Ike Edwin mengatakan, masyarakat Indonesia mempunyai banyak adat dan budaya. Sehingga perlu adanya pendekatan kebudayaan sebagai upaya untuk menyelasikan masalah.

Ia juga bercerita, banyak hal yang ia lakukan sebagai Kapolda di beberapa daerah seperti melakukan penyelesaian masalah dengan pendekatan.

“Mahasiswa di Makasar kalau sudah demo susah dilerai, saya menggunakan pendekatan budaya untuk melerainya,” ungkap Ike Edwin.

Penyandang gelar Perdana Menteri Kepaksian Pernong di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, yang berada di Batu brak, Provinsi Lampung itu juga mengajak kepada mahasiswa agar pulang ke Lampung.

Menurut Dang Ike, sapaan akrab Ike Edwin- sejauh manapun pergi untuk menuntut ilmu maupun berkarya di daerah lain agar tetap pulang untuk mengembangkan daerah Lampung.

“Walaupun saya pernah berkarya di berbagai daerah, seperti di Surabaya, Makassar dan Jakarta tetapi saya akan pulang ke Lampung untuk membangun daerah kelahiran saya,” tambahnya.

Senada diungkapkan oleh Hariyana Rimdoni. Menurutnya mahasiswa sebagai agen perubahan dan tunas yang mempunyai kualitas yang tinggi harus berkontribusi dalam pembangunan daerah Lampung khususnya dan negara umumnya.

“Mahasiswa harus amanah pada tanggung jawabnya untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan jika nanti menjadi pemimpin masyarakat harus amanat pada apa yang telah diembannya,” ungkap Hariyana.

Fahmi Muhammad Ahmadi sebagai pembina HML Tangsel menambahkan, mahasiswa sebagai agen muda yang nantinya akan menjadi penerus estafet bangsa harus mempunyai kemapanan emosi dan kritis dalam berpikir.

“Beberapa anggota HML Tangsel sudah menempati puncak kepemimpinan organisasi dalam kampus maupun ekstra kampus. Mahasiswa Lampung juga tidak ada yang tersangkut kasus pidana apapun, itu menunjukkan mahasiswa Lampung di Tangsel baik dalam bersosialisasi dengan lingkungan kampus,” ungkap Fahmi.

Ketua Umum HML Tangsel Wahid Syarifudin Subekti dalam sambutannya juga mengatakan, organisasi HML Tangsel merupakan salah satu organisasi paguyuban mahasiswa yang terdiri dari beberapa kampus.

Di antaranya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UMJ, Universitas Pamulang, Sekolah Tinggi Ganesha, Perguruan Tinggi Ilmu Alquran, dan STP Sahid.

“Hari ini merupakan enam tahun berdirinya HML Tangsel, organisasi ini telah tumbuh dan akan menjadi ajang besar bagi seluruh mahasiswa Lampung yang ada di Tangsel,” imbuhnya. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + sixteen =