Ketenagakerjaan Banten Februari 2018

SERANG, klikbanten.co.id | Berita Resmi Statistik No.30/05/36/Th.XII Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten menunjukkan, jumlah pekerja formal di Banten lebih tinggi dibanding pekerja informal.

Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2018 sebesar 5,62 juta orang, naik sekitar 108 ribu pekerja jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2017.

Pada periode yang sama juga terjadipeningkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 7,75 persen menjadi 7,77 persen. TPT lulusan SMP menempati posisi tertinggi dibanding jenjang pendidikan lain yaitu 12,02 persen pada Februari 2018.

Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Banten adalah sektor industri dan sektor perdagangan, masing-masing sebesar 21,49 persen dan 19,35 persen. Sebagian besar penduduk bekerja di Banten berstatus buruh/karyawan (2,93 juta orang). Jumlah pekerja formal di Banten lebih tinggi dibanding pekerja informal. Persentase pekerja formal mengalami sedikit penurunan dari 55,54 persen pada Februari 2017 menjadi 55,25 persen pada Februari 2018.

Angkatan kerja mengalami sedikit peningkatan dari 5,97 juta orang pada Februari 2017 menjadi 6,09 juta orang pada Februari 2018. Peningkatan jumlah angkatan kerja tersebut disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk bekerja maupun jumlah pengangguran.

Jumlah penduduk bekerja naik dari 5,51 juta orang menjadi 5,62 juta orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mengalami penurunan dari 67,23 persen menjadi 67,06 persen. Menurunnya TPAK ini merupakan indikasi adanya penurunan suplai tenaga kerja.

Indikator lain adalah jumlah setengah pengangguran atau pekerja tidak penuh. Pekerja tidak penuh ialah mereka yang berstatus bekerja tetapi memiliki jam kerja di bawah jam kerja normal (di bawah 35 jam seminggu). Indikator ini dapat menggambarkan ternyata tidak semua memiliki produktivitas yang tinggi, sebagian dari mereka memiliki jam kerja rendah.

Ada dua kelompok setengah pengangguran: yang masih mencari kerja (setengah pengangguran terpaksa) dan tidak mencari kerja lagi (setengah pengangguran sukarela atau pekerja paruh waktu).

Pada Februari 2018, setengah pengangguran berjumlah 1,31 juta orang atau 23,26 persen dari penduduk bekerja. Jumlah setengah pengangguran meningkat dibanding Februari 2017 yang sebanyak 1,09 juta orang (19,72 persen).

Angka pengangguran menunjukan peningkatan dari 7,75 persen pada Februari 2017 menjadi 7,77 persen pada bulan Februari 2018. Angka pengangguran Provinsi Banten selama beberapa periode tercatat lebih tinggi dibanding angka pengangguran nasional.

Di Provinsi Banten banyak terdapat lapangan pekerjaan yang menarik migran untuk masuk ke Banten. Banyaknya migran masuk yang mencari pekerjaan ini tidak semuanya terserap oleh pasar kerja sehingga menambah jumlah pengangguran di Banten.

Di lain pihak, migran masuk yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah memperoleh pekerjaan di Banten. Pada Februari 2018, angka pengangguran Provinsi Banten menempati peringkat ke-dua terbesar nasional setelah Jawa Barat.

Lapangan Pekerjaan Utama
Dilihat berdasar tren sektoral, penyerapan tenaga kerja di ProvinsiBanten terbesar yaitu di sektor Industri (1,21 juta orang) kemudian diikuti oleh sektor Perdagangan, Rumah Makan dan Jasa Akomodasi (1,09 juta orang).

Secara stuktur sektoral tenaga kerja, selama periode Februari 2017 – Februari 2018 tidak mengalami banyak perubahan.

Penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor industri dan sektor Perdagangan. Kedua sektor ini masing-masing menyerap kurang lebih dua puluh persen penduduk bekerja di Banten.

Sebagian besar penduduk bekerja di Banten berstatus sebagai buruh/karyawan yaitu sebesar 2,9 juta. Jumlah buruh/karyawan dalam satu tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 39 ribu orang.

Peningkatan jumlah pekerja terjadi pada semua status pekerjaan kecuali berusaha dibantu buruh tetap yang turun sebanyak 50 ribu orang.

Status pekerjaan utama dapat digunakan sebagai pendekatan untuk menyusun dua kelompok kegiatan ekonomi yakni formal dan informal.

Kegiatan formal terdiri dari mereka yang berusaha dibantu buruh tetap dan mereka yang berstatus buruh/karyawan. Sementara sisanya digolongkan ke dalam kegiatan informal.

Persentase pekerja formal di Provinsi Banten lebih tinggi dibanding pekerja informal.

Pada Februari 2018, pekerja formal tercatat sebanyak 3,1 juta orang atau sebesar 55,25 persen. Angka ini mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 55,54 persen.

Dengan kata lain penyerapan tenaga kerja pada periode satu tahun terakhir lebih banyak terjadi pada kegiatan ekonomi informal.

Dilihat dari komposisi pencari kerja menurut pendidikan, pencari kerja di Provinsi Banten didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.

Persentase pencari kerja yang berpendidikan rendah (SMP ke bawah) maupun tinggi (diploma dan sarjana) meningkat dibanding tahun lalu.

Sementara itu, persentase pengangguran yang berpendidikan menengah (SMA/SMK) mengalami penurunan dari 44,68 persen menjadi 43,55 persen.

Dilihat dari jenjang pendidikan, lulusan SMP paling banyak yang berstatus sebagai pencari kerja (12,02 persen). Kondisi ini berbeda dari tahun sebelumnya dimana pencari kerja terbanyak adalah lulusan SMK.

Lulusan perguruan tinggi lebih mudah terserap di pasar kerja, hanya 2,97 persen lulusan Diploma dan 3,67 persen lulusan Sarjana yang menganggur. Lulusan SD ke bawah juga banyak terserap di lapangan kerja tetapi umumnya mereka hanyalah pekerja informal dan bukan new entry. (*/klk)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 2 =