Kapolres Janji Tindak Tegas Pelaku Pungli PTSL

SERPONG, klikbanten.co.id | Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan angkat bicara soal dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di sejumlah wilayah di Kota Tangsel.

Kapolres memastikan akan bersikap tegas terhadap segala bentuk praktik pungli. Bahkan, pihaknya tak akan segan-segan memproses secara hukum oknum-oknum yang terbukti melakukan pungli.

“Apapun bentuknya (pungli,red) tentu tidak dibenarkan. Sikap kami tegas, siapapun yang melakukan pungli akan kami tindak,” tegas Kapolres kepada klikbanten.co.id, melalui sambungan telepon, Rabu (25/4/18).

Terlebih, sambung Kapolres, beberapa waktu lalu jajaran Pemkot dan seluruh lurah se-Kota Tangsel telah berkomitmen untuk tidak melakukan pungli dalam pelaksanaan program PTSL yang tengah berjalan tahun ini.

“Minggu lalu kita sudah kumpul dengan seluruh lurah se-Tangerang Selatan dalam launching aplikasi untuk mendaftarkan sertifikat dengan Ibu Walikota di Sheraton Hotel,” tukasnya.

Bicara PTSL, Kapolres memastikan baik Pemkot maupun seluruh lurah sudah sama-sama sepakat mendukung bersama untuk mensukseskan program ini.

“Apalagi target di Tangsel ini cukup tinggi yakni mencapai 70 ribu sampai akhir tahun,” ujar mantan penyidik KPK tersebut.

Lebih jauh pria yang pernah menjabat Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini menyarankan bagi masyarakat yang menjadi korban pungli yang dilakukan oknum tertentu agar segera melaporkan ke polisi.

“Kalau nanti kita temukan ada keberatan dari warga, nanti kita akan laksanakan tindakan hukum. Jangan bermain-main dengan program pemerintah ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu oknum Ketua RT di Kelurahan Pondokjaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel secara terang-terangan mengutip biaya kepada warga untuk pengurusan sertifikat tanah PTSL.

Melalui surat edaran yang ditandatangani dan distempel, oknum ketua RT tersebut mematok biaya dengan nilai yang bervariatif. Yakni antara Rp1-2 juta per bidang tanah.

Dengan rincian Rp1 juta untuk luas tanah 0-50 meter persegi, Rp1,5 juta untuk luas tanah 50-100 meter persegi dan Rp2 juta untuk tanah dengan luas di atas 100 meter persegi. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 1 =