Saksi Bongkar Peran Terdakwa Manipulasi Data KOAPGI

TANGERANG, klikbanten.co.id | Sidang kasus manipulasi data pada Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (KOAPGI), kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (18/4).

Dalam sidang itu terungkap bahwa pengangkatan Asep sebagai Ketua KOAPGI pasca pengunduran Rimond B Sukandi disebut hanya sebagai boneka dewan pengawas di koperasi tersebut.

Pernyataan itu diungkapkan Asep yang dihadirkan sebagai saksi pada persidangan kasus pidana khusus manipulasi data pada KOAPGI dengan tiga terdakwa Away A Waluya, Sismoyo Hadi Prabowo dan Tatiana.

Asep yang awalnya percaya diri dalam menjawab setiap pertanyaan baik dari Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum, berubah drastis dan terlihat kebingungan saat dimintai keterangan oleh salah seorang kuasa hukum terdakwa terkait data eletronik.

Tak hanya itu, Asep yang saat itu terlihat kebingungan dalam menjawab pertanyaan tersebut sempat mendapat teguran dari Ketua Majelis Hakim yang dipimpin oleh Indra Cahya SH.

“Kenapa begitu lama menjawab pertanyaan kuasa hukum, apakah anda mencoba berfikir untuk menjawabnya, sudah saudara saksi tinggal menjawabnya saja karena hal itu sudah anda lalui dan jangan berandai andai,” kata Hakim dengan nada tinggi.

Mendapat teguran tersebut Asep yang merasa tertekan dengan pernyataan hakim menegaskan pihaknya tidak mengetahui tata kelola dalam koperasi tersebut.

“Saya hanya dipinjam nama saja sebagai ketua, saya tidak mengerti data elektronik, dan saya juga tidak begitu paham dengan permasalahan ini, saya hanya ditunjuk sebagai ketua oleh saudara terdakwa pak Hakim,” kata Asep.

Kendati diangkat menjadi Ketua KOAPGI saat itu, Asep mengaku tidak mempunyai wewenang dalam mengambil suatu kebijakan dan keputusan yang dinilai vital.

“Saat saya ditunjuk menjadi ketua, itu cuma nama saja kendali semuanya ada ditangan pak Away,”jelasnya. Ia menuturkan proses pengangkatan dirinya sebagai ketua hanya berselang beberapa hari pasca pengunduran Rimond sebagai ketua.

“Benar waktu itu pak Rimond mengundurkan diri, waktu itu pengurus memilih saya sebagai ketua beberapa hari kemudian, akan tetapi pak Rimond mencabut kembali surat pengunduran diri tersebut,” beber Asep

Padahal, lanjut Asep, pihaknya telah mendaftarkan perubahan struktur kepengurusan koperasi berplat merah tersebut ke Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Tangerang.

“Setelah saya diangkat menjadi ketua, saya ditemani dewan pengawas sudah mengirimkan surat ke Dinas Koperasi Kota Tangerang dan segala administrasi yang saat itu dibutuhkan,” jelas Asep.

Namun, setelah berkas perubahan kepengurusan tersebut dilayangkan tidak lama kemudian Rimond B Sukandi kembali mencabut surat pengunduran dirinya.

“Iya pak Rimond mencabut kembali pernyataan mengundurkan dirinya,” tukasnya. Tidak puas lantaran surat pengunduran diri Rimond dicabut, pada akhirnya pihaknya melaporkan Rimond atas dugaan pemalsuan dokumen.

“Berdasarkan saran dari dewan pengawas yaitu saudara Away, saya melaporkan saudara Rimond ke kepolisian,” jelas Asep.

Laporan tersebut, lanjut Asep lantaran ditemukan beberapa perbedaan mendasar pada dokumen anggaran dasar rumah tangga yang waktu itu ditunjukan Rimond.

“Waktu itu yang berbeda adalah hilangnya pasal yang menyebut batasan usia menjadi pengurus,” ungkap Asep.

Saksi lain yang yang dimintai keterangan dalam persidangan itu salahsatunya pegawai Garuda Indonesia, Karmo. Dia menyebutkan bahwa pemeriksaan terhadap dirinya berkaitan dengan permasalahan IT.

“Itu sangat merugikan saya. Masalah data laporan yang biasa diberikan setiap bukannya oleh saudara Wahyu, tidak bisa lagi. Kata dia tidak bisa masuk ke sistem karena sudah diblok,” kata Karmo.

Akibat tidak bisa mengakses data itu, kata Karmo, banyak anggota koperasi yang kebingungan dan bertanya-tanya.

“Anggota menanyakan tentang potongan yang ada karena tidak dapat mengetahuinya, karena tidak di berikan lagi data laporan dan tidak bisa masuk ke sistem yang ada. Saya berikan keterangan ini atas apa saya rasakan,” pungkasnya. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × two =