Gawat! Kos-kosan Rawan Peredaran Narkoba

SETU,klikbanten.co.id| Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja rupanya tak lepas dari isu global yang akhir-akhir ini kian marak terjadi di belahan dunia.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan, Heri Istu, menyebutkan peredaran narkoba di Indonesia saat ini tak lepas dari isu global seperti kasus di Filipina
Di mana, kata dia, sebanyak 2.500 sindikat pengedar narkoba ditembak mati.

“Larinya (peredaran narkoba,red) sekarang ke Indonesia. Karena Indonesia penduduknya banyak dan dianggap kaya. Seperti contohnya kemarin yang penyelundupan sabu 250 kilo yang di Tangerang kemarin, yang digagalkan itu,” kata Heri Istu usai sosialisasi anti narkoba di Aula Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Rabu (18/4/18).

Menurut Heri, penyalahgunaan narkoba kerap dilakukan oleh kalangan remaja. Bahkan, praktik penyalahgunaan narkoba banyak dilakukan di warung remang-remang dan kos-kosan.

“Kita sering razia gabungan bersama Disdukcapil, malah yang sering ketangkep (pelaku penyalahgunaan narkoba,red) itu banyak di kos-kosan,” ujar Heri.

Melihat kondisi itu, lanjut Heri, keluarga dan lingkungan sekitar menjadi faktor paling utama guna mengantisipasi penyalahgunaan narkoba ini.

Keluarga diyakini bisa menjadi alat pencegahan dini dari penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan.

Heri pun berharap rasa imun semakin tumbuh di masyarakat. Sehingga bahaya narkoba bisa diantisipasi sedini mungkin. “Jadi kalau anak berpakaian aneh, terus nggak pulang rumah, maka para orangtua harus waspada,” tambahnya.

Maka dari itu, sambungnya, para orangtua harus bisa memberikan pemahaman sebaik mungkin kepada anak-anaknya akan bahaya narkoba.

“Orangtua harus bisa jadi panutan. Jangan sampai anak kalau ada masalah curhat malah ke luar. Harusnya keluarga atau orangtua ini jadi pelindung bagi anak-anaknya,” tukasnya.

Sementara Lurah Muncul, Ahmad HG mengatakan sosialisasi anti narkoba ini melibatkan para tokoh ulama, tokoh masyarakat dan orangtua. Mereka diberikan pemahaman tentang bagaimana mengantisipasi peredaran narkoba di lingkungannya.

“Tentu masyarakat di lingkungan sekitar dan para orangtua diharapkan mampu mengantisipasi penyalahgunaan narkoba yang kebanyakan melibatkan anak muda. Karena narkoba musuh kita bersama. Harus kita lawan, jangan sampai merusak generasi bangsa ini,” imbuhnya. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =