Terkait Dugaan Konspirasi, Dewan Bakal Panggil Panitia Lelang

TANGERANG, klikbanten.co.id | Dugaan konspirasi dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemkot Tangerang menuai reaksi dari kalangan legislatif

Menyikapi itu, Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi, memastikan akan segera memanggil pegawai ULP Barang dan Jasa untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan konspirasi dalam penentuan pemenang lelang.

Politisi PDI Perjuangan itu, bahkan telah mengeluarkan perintah kepada Komisi IV untuk segera memanggil pejabat ULP.

“Kita memang belum bisa menjustifikasi kalau itu (proses lelang, red) ada dugaan kongkalikong. Tapi biasanya kalau ada kontraktor nakal pasti dipanggil. Kalau terbukti melanggar, ya nggak dikasih kerjaan lagi di sini,” kata Suparmi kepada wartawan, Kamis (8/3/18).

Suparmi juga mengaku tidak bisa menjamin terkait terjadinya human error yang disebabkan oleh petugas ULP, sebelum duduk bersama untuk mendapatkan klarifikasi tersebut.

“Kami akan segera panggil petugas ULP-nya untuk mendapatkan penjelasan terkait permasalahan yang terjadi pada proses lelang tersebut,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Aliansi Tangerang Raya, Tatang Sago, menyoal proses lelang yang ditangani ULP Barang dan Jasa (BPBJ), Setda Pemkot Tangerang.

Tatang berencana melaporkan oknum panitia BPBJ ke Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

Alasannya, dalam proses lelang di instansi tersebut diduga ada persengkongkolan jahat antara oknum panitia lelang dengan perusahaan yang telah dimenangkan dalam proses lelang.

Dimana, pada 2 Maret 2018 sekira pukul 15.30 WIB panitia lelang telah menetapkan PT Hexsa Indotech Consultans sebagai pemenang lelang.

Perusahaan tersebut diproyeksi melaksanakan kegiatan pada paket “Perencanaan Pengembangan Energi Baru Terbarukan di Kota Tangerang” dengan nilai HPS Rp 514.000.000.

Namun, kata Tatang, sekira pukul 16.30 WIB panitia lelang disinyalir telah mengubah pemenang paket itu dari sebelumnya PT Hexsa Indotech Consultans menjadi PT Ecoplan Rekabumi Interconsultan.

“Di sini jelas ada kejanggalan dalam proses lelang ini. Kenapa kok bisa, dalam waktu dua jam panitia lelang dapat mengubah pemenang dalam lelang tersebut,” ujar Tatang kepada wartawan, Selasa (6/3/18).

Sementara, Kepala ULP Setda Pemkot Tangerang, Jatmiko, membantah tudingan praktek kecurangan yang terjadi dalam proses pelelangan paket.

Pihaknya memastikan, telah terjadi Human Error dalam pengumuman pemenang lelang paket Perencanaan Pengembangan Energi Baru Terbarukan di Kota Tangerang. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × four =