Polresta Tangerang Bekuk Perampok Emas Rp10 M

TIGARAKSA, klikbanten.co.id | Jajaran Sat Reskrim Polresta Tangerang berhasil mengungkap sindikat perampokan emas yang terjadi di Desa Kedung, Kecamatan Gunungkaler pada 3 Januari 2018 lalu.

Tak tanggung-tanggung, pelaku perampokan yang jumlahnya mencapai tujuh orang itu berhasil menggasak emas milik korbannya hingga mencapai 2 kilo atau ditaksir mencapai Rp10 miliar.

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan, satu dari pelaku berinisial JN berhasil dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas lantaran mencoba kabur, saat berada di Jakarta Utara.

Satu pelaku berinisial SA alias IP diamankan oleh Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. Sementara lima pelaku lainnya, yakni HE alias CA, GE, JE, JR dan SA masih dalam pengejaran.

“Komplotan ini dalam melakukan aksinya cukup sadis. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya. Bahkan, salah satu tersangka menembak punggung korban dengan senjata jenis Air Softgun,” kata Sabilul, saat rilis di halaman Mapolresta, Selasa (6/3/18).

Dijelaskan Sabilul, peristiwa perampokan ini terjadi sekira pukul 10.30 WIB di Jembatan Putih, Kampung Gabus III RT003 RW001, Desa Kedung, Kecamatan Gunungkaler, Kabupaten Tangerang, 3 Januari lalu.

Kala itu, korban yang diketahui bernama Habudin, tengah melintas di jembatan dengan mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba pelaku JR bersama SA, HE, GE, JE dan SA memepet korban.

Para pelaku kemudian merampas tas milik korban yang belakangan diketahui berisi emas 24 karat seberat 2 kilo dan uang tunai Rp40 juta.

“Komplotan ini bahkan ada yang memukuli dan menginjak-injak korban, ada yang membacok, dan ada juga yang menembak bagian punggung korban dengan menggunakan Air Softgun,” ujar Kapolres.

Selanjutnya, barang hasil curian tersebut dibawa ke kontrakan milik HE di daerah Rawaelok, Kapuk Muara, Jakarta Utara. Sementara barang hasil rampokan tersebut kemudian dibagi-bagi oleh komplotan tersebut.

Dihadapan Kapolres, pelaku JN mengaku aksi perampokan tersebut memang telah direncanakan sebelumnya. Mereka yang sudah bersepakat, berangkat dari kontrakan HE menuju lokasi kejadian.

“Hasil rampokan sudah dibagi-bagi. Saya cuma dapat bagian Rp500 ribu,” ujar JN, saat memberi pengakuan di hadapan Kapolres.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan memastikan tengah memburu pelaku lainnya. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =