Komitmen Anti Narkoba, Lapas Pemuda ‘Digoyang’ Artis Ibukota

TANGERANG, klikbanten.co.id | Lapas Klas II A Pemuda Tangerang terus menunjukkan eksistensinya kepada publik sebagai lapas yang kreatif dan inovatif.

Jika sebelumnya, Lapas yang dipimpin oleh Marlik Subiyanto itu menggelar Istighosah dan Pengajian Akbar yang dihadiri sejumlah tokoh ulama dan pejabat, kini event berbeda digelar di dalam lapas.

Ya, kali ini Lapas berpenghuni 2.360 warga binaan itu menggelar Pentas Seni Narapidana 2018. Acara yang diinisiasi bersama seluruh Lapas dan Rutan se-Provinsi Banten itu, menyanjikan pentas seni, Kamis (22/2/18).

Mulai dari grup band, tarian dan musik tradisional hingga stand up comedy ditampilkan para warga binaan dari perwakilan masing-masing Lapas dan Rutan yang ada di Banten.

Suasana even ini tampak begitu riuh kala artis dangdut Ibukota, Bellinda tampil di atas panggung. Pedangdut berkulit kuning langsat itu begitu memikat hati para warga binaan hingga ikut bergoyang menyesuaikan irama musik tersebut.

Tembang-tembang hits dilantunkan oleh Bellinda di antaranya Bang Jono, Jaran Goyang dan lainnya. Bahkan Kakanwil Kemenkum HAM Banten Ayub Suratman yang hadir dalam acara itu turut menyumbangkan lagu andalannya.

Suasana panggung megah di dalam lapas pun semakin meriah kala DJ Nesia Junior menyuguhkan musik breakbeat. Sontak para warga binaan berjoget bak tengah berada di dalam club malam.

Mereka seakan melupakan sejenak kepenatan sehari-harinya melewati masa hukuman di dalam lapas. Penampilan Vanesa Gemash melengkapi kemeriahan pentas seni yang bertemakan “Jiwa Muda Anti Narkoba”.

Di sela-sela acara, Kakanwil Kemenkum HAM Banten Ayub Sulaiman mengatakan, pentas seni ini digelar dalam rangka menyalurkan kreasi dan seni para warga binaan.

Tujuan acara yakni untuk membangun mentalitas anti narkoba. Supaya para warga binaan punya mindset anti narkoba.

“Penghuni lapas itu di atas 60 persen adalah pengguna narkoba. Makanya kita membangun kreasi dengan warga binaan dengan menggelar even ini,” kata Ayub Suratman.

Ia berharap dengan digelarnya kegiatan seperti ini para warga binaan punya komitmen untuk anti narkoba. Ayub juga memastikan pemilihan lokasi even di Lapas Pemuda didasari kesepakatan bersama antar Lapas dan Rutan.

Ayub menambahkan, bahwa di Lapas dan Rutan banyak warga binaan yang memiliki bakat-bakat seni. Dengan digelarnya ini, Ayub berharap bahwa stigma negatif bahwa Lapas dan Rutan sebagai sarang peredaran narkoba bisa hilang dengan sendirinya.

“Jadi dengan kegiatan ini masyarakat bisa menilai bahwa masih banyak kegiatan positif yang dilakukan warga binaan di dalam penjara,” imbuhnya.

Kapalas Klas II A Pemuda Tangerang Marlik Subiyanto menambahkan, persiapan yang dilakukan untuk menyukseskan pentas seni ini sudah dilakukan sejak dua pekan yang lalu.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini digelar setelah melihat perkembangan di dalam Lapas yang sudah empat bulan belakangan ini relatif kondusif. Sebagai apresiasi, ia menggelar pentas seni ini.

“Di dalam Lapas ini kan ada yang penghuninya menjalani hukuman sampai 15 tahun lebih. Mereka butuh hiburan, jadi mereka nggak stress. Kalau mereka nggak ada hiburan, rohaninya bisa terganggu,” imbuh mantan Kalapas Batam itu. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 4 =