Bukan Plesiran, Ini Yang Dilakukan Dewan Saat Ke Luar Daerah

“Kami ingin kerja kami itu seperti tuyul gitulah. Nggak kelihatan tapi menghasilkan” 

KETUA DPRD KOTA TANGERANG, SUPARMI ST

TANGERANG, klikbanten.co.id | Sudah beberapa tahun terakhir ini, hampir seluruh anggota maupun pimpinan DPRD Kota Tangerang kerap berpergian ke luar daerah.

Aktifitas para wakil rakyat tersebut kerap mendapat cibiran dari khalayak ramai. Bahkan tak jarang publik menyebut kunjungan kerja dewan ke luar daerah dengan istilah “Plesiran alias Jalan-jalan”.

Lalu sebenarnya apa saja yang mereka lakukan selama melakukan kunjungan kerja (kunker) keluar daerah?

Klikbanten.co.id mendapatkan kesempatan mewawancarai Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi, di ruang kerjanya, Kamis (15/2/18).

Kepada klikbanten.co.id, Suparmi pun membeberkan apa saja yang dilakukan kalangan legislatif saat kunker ke luar daerah.

Sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), DPRD memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan, penganggaran dan legislasi.

Nah, dalam melaksanakan tugasnya itu para wakil rakyat melalui badan anggaran (banang), badan peraturan daerah (baperda), maupun badan musyawarah (bamus) hingga masing-masing komisi, membutuhkan referensi dari daerah lain.

Utamanya bagi daerah yang dinilai berhasil dalam pelbagai bidang pembangunan. Baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pengelolaan retribusi maupun pajak daerah.

Suparmi mencontohkan, beberapa daerah yang nilai APBD-nya cukup tinggi dibandingkan Kota Tangerang yakni Kota Medan dan Surabaya. Nilai APBD di kedua kota tersebut mencapai Rp6-8 Triliun.

Besarnya APBD kedua daerah itu, kata Suparmi, lantaran pemerintah daerahnya berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi dan pajak daerah.

Kedua daerah tersebut bisa dijadikan contoh daerah lain lantaran mampu menggenjot PAD dari retribusi dan pajak daerah. Di Kota Medan misalnya, pemerintah daerah setempat mampu meningkatkan retribusi dan pajak dari reklame.

Di sana, pemerintah daerahnya sangat tegas dalam menindak keberadaan reklame liar yang secara otomatis tidak membayar retribusi ke daerah. Jika ada reklame liar langsung ditebang.

“Kalau di kita kan relatif masih bijaksana. Kalau ada reklame liar, tidak langsung digergaji, tapi pakai surat peringatan pertama, kedua sampai ketiga,” kata Suparmi.

Menurut Suparmi, ketegasan dari pihak eksekutif perlu dilakukan agar bisa meningkatkan PAD dari sektor retribusi dan pajak, seperti yang dilakukan oleh Pemkot Medan.

“Jadi hal-hal seperti itu yang kita adopsi. Kita ambil yang baik-baiknya untuk diterapkan di Kota Tangerang,” ujarnya.

Selain Medan, lanjut Suparmi, Pemkot Tangerang harus mencontoh Kota Surabaya yang mampu meningkatkan PAD dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB).

Dari hasil kunjungan di kota tersebut, sambungnya, diketahui bahwa Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dinaikan oleh pemerintah daerah setempat. Sehingga potensi PAD dari PBB dan BPHTB bisa meningkat.

“Ketika NJOP naik maka otomatis pajaknya naik. Dan kalau pajak naik tentu berpengaruh pada PAD Kota Tangerang,” tutur wanita berdarah Solo tersebut.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, tak hanya dari peningkatan PAD saja, hal positif yang ingin diadopsi oleh Kota Tangerang dari daerah lain juga pada bidang pendidikan.

Suparmi mengaku pernah berkunjung ke suatu daerah yang sangat memperhatikan nasib guru-gurunya. Bahkan guru pada level PAUD.

Dimana guru-guru PAUD di daerah yang pernah ia kunjungi itu disekolahkan oleh pemerintah daerah setempat.

Alasannya, lantaran guru PAUD itu menjadi pengajar anak yang dalam masa emas dari segi perkembangan.

“Nah, di Kota Tangerang itu kan belum ada. Makanya Saya kemarin melalui Komisi II mengusulkan agar hal itu diterapkan di Kota Tangerang,” imbuhnya.

Lebih jauh Suparmi meminta agar masyarakat percaya dengan kerja-kerja yang dilakukan DPRD Kota Tangerang.

Sebab, kunjungan ke luar daerah yang dilakukan bertujuan untuk mengadopsi hal-hal yang positif dari daerah lain untuk diterapkan di Kota Tangerang.

Karena, dengan meningkatnya PAD maka secara otomatis akan meningkat pula kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang.

“Masyarakat tidak tahu yang kami lakukan saat ke luar daerah. Bukan jalan-jalan atau plesiran, kami ini ingin berbuat sesuatu yang terbaik untuk masyarakat,” jelasnya.

“Kami ingin kerja kami itu seperti tuyul gitulah. Nggak kelihatan tapi menghasilkan,” imbuhnya, mengakhiri sesi wawancara dengan klikbanten.co.id pada sore itu. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − six =