Gaji Ditahan, Ratusan Buruh PT Indosari Mandiri Menjerit

NEGLASARI, klikbanten.co.id | Ratusan buruh PT Indosari Mandiri menggelar unjuk rasa di depan tempat mereka bekerja, di Jalan Raya Sewan, Rawaking, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (8/2/18).

Mereka menuntut pihak manajemen PT Indosari Mandiri membayarkan hak mereka berupa gaji yang sudah satu bulan ini masih ditahan pihak menajemen.

Dalam aksinya, para buruh mendesak pihak manajemen segera mengeluarkan gaji mereka yang tertahan sejak bulan Januari lalu.

Mereka juga meminta perusahaan menaikan upah mereka yang tidak sesuai upah minimun provinsi (UMP).

Selain itu, mereka menuntut agar perusahaan memberikan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Haeriyah, salah satu buruh mengatakan, pada dasarnya, upah harus dibayarkan langsung kepada buruh pada waktu yang telah ditentukan sesuai dengan perjanjian.

Itu, kata dia, sesuai yang disebut Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah.

Dalam Pasal 95 ayat 2 UU Ketenagakerjaan disebutkan pengusaha yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah, dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari upah pekerja/buruh.

“Ini artinya, jika gaji Anda ditahan, maka pengusaha telah melalaikan kewajibannya yang mengakibatkan keterlambatan pembayaran gaji,” kata Haeriyah dalam orasinya.

Soal keterlambatan pembayaran gaji ini, kata dia, diatur sendiri dalam Pasal 19 PP 8/1981.

Haeriyah juga menuturkan, sebelumnya PT Indosari Mandiri telah memberhentikan 10 orang karyawannya tanpa alasan yang jelas.

“Parahnya, pihak perusahaan tidak mengeluarkan kebijakan upah mereka sepeserpun,” tukasnya.

Aksi buruh tersebut berlangsung aman dan tertib. Mereka mendapat pengawalan dari petugas kepolisian, Satpol PP dan Babinsa.

Sementara, pihak kuasa hukum dari buruh, Maju Simamora mengatakan dari awal Januari pihaknya sudah melaporkan tuntutan para karyawan kepada pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Pada saat itu, ia bersama buruh bertemu dengan perwakilan satuan pengawasan tenaga kerja. Namun hingga awal Februari belum juga ada tindakan dari Disnaker.

Maju menambahkan terdapat empat tuntutan karyawan yang telah dilayangkan ke Disnaker yaitu tentang upah dibawah UMK yang dibayarkan perusahaan kepada karyawan yaitu Rp 2 juta per bulan.

Lalu yang kedua tentang pemberian BPJS. Kemudian yang ketiga tentang pemberhentian tenaga kerja sepihak dari perusahaan. “Untuk yang terakhir tentang jam kerja tidak dapat gaji tambahan,” katanya.

Maju memastikan, jika tuntutan karyawan tidak dapat dipenuhi oleh pihak PT Indosari Mandiri maka pihaknya akan melaporkan semua dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan ke pihak aparat penegak hukum.

“Saya meminta Disnaker dan Pemkot Tangerang agar menindak tegas perusahaan tersebut. Yaitu dengan membatalkan semua izin perusahaan dan melanjutkan ke aparat hukum agar dituntut pidana sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 5 =