Tak Mengantongi Izin, Akhirnya Perkebunan Buah Naga di Baros Disegel Petugas

SERANG, KLIK BANTEN | Tim gabungan yang terdiri atas Satpol PP, aparat kepolisian, TNI, dan instansi terkait tampak sedang melakukan penyegelan di perkebunan buah naga milik PT Agro Fruit Mandiri yang berada di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten Kamis (2/11/2017).

Petugas pun langsung memasang spanduk dan stiker segel untuk penghentian sementara di dua pintu utama perkebunan yang seluas 50 hektare tersebut. Petugas juga ikut menyegel di seluruh pintu-pintu bangunan yang diketahui juga difungsikan sebagai gudang, perkantoran, dan mesin pendingin. Perusahaan ini dianggap telah melanggar Perda Kabupaten Serang Nomor 5 Tahun 2013 tentang Gedung Bangunan dan Lingkungan.

Terkait aksi penyegelan yang juga ikut dikawal oleh puluhan anggota kepolisian ini, tampak berjalan dengan lancar. Tidak ada upaya perlawanan yang berarti dari pegawai maupun pihak manajemen perusahaan tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, Hulaeli Asyikin mengatakan, pihaknya telah memberikan tindakan tegas karena perusahaan telah dianggap tidak memiliki itikad baik dalam memproses perizinan. “Kita juga sebelumnya telah berulang-ulangkali memberikan teguran dan peringatan, tapi sampai saat ini tidak ada itikad baik. Belum ada satupun perizinan yang sudah diurus. Mereka hanya memiliki izin perusahaan di Jakarta tetapi lokasi lahannya bukanlah di Jakarta,” ujarnya.

Hulaeli menambahkan, bahwa pihaknya juga sudah melakukan pembinaan dan telah memberi kesempatan kepada pihak perusahaan. “Pihak perusahaan sudah membuat surat pernyataan untuk bisa memproses perizinan selama dua bulan. Tetapi sampai saat ini masih tidak ada perizinannya. Seminggu yang lalu kita juga sudah kita ingatkan,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan tidak adanya perizinan sesuai aturan yang berlaku di Pemkab Serang, maka itu dinilai tidak ada kontribusinya bagi pemerintah daerah. “Setelah kami lakukan penyegelan ini, kami berharap semua kegiatan kuga bisa untuk dihentikan dalam sementara waktu. Dan kami masih menunggu koordinasi dan konfirmasi selanjutnya dari pihak perusahaan. Setelah semua perizinan bisa dipenuhi maka kami bersama-sama akan membuka segelnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Taufik Sahudi, selaku Humas PT Agro Fruit Mandiri mengatakan, bahwa pada dasarnya pihak perusahaan telah melakukan upaya untuk bisa mengurus perizinan sesuai undang-undang atau peraturan yang berlaku. Kendati demikian, perizinan itu masih belum ia kantongi karena masih adanya kendala. “Sejak tahun 2010 kita sudah berupaya untuk mengurus tapi kita terkendala karena lahannya adalah tanah bengkok (tanah desa-red),” ujarnya.

Taufik juga ikut menambahkan, bahwa dalam penyegelan ini sebagai acuan agar ke depannya Pemkab juga bisa memberikan solusi kepada pihak manajemen. “Kami pada dasarnya dari awal untuk membuka lapangan pekerjaan. Mudah-mudahan saja ke depan mari kita secara bersama-sama memberikan arahan berdasarkan undang-undang yang berlaku,” ujarnya. (Dedi/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 1 =