Dinding Sekolah SKH Ambruk, Rumah Milik Warga Tertimpa Reruntuhan Tembok

PANDEGLANG, KLIK BANTEN | Satu Rumah milik Basith Djoma Warga asal Perumahan Cipunten Agung Blok C5 No 9, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten ambruk akibat tertimpa oleh reruntuhan tembok Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) Bahari, Labuan.

Dari keterangan yang dikatakan oleh Pemilik Rumah tersebut mengatakan, peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (22/10/2017) kemarin, tepat sekitar pukul 03.00 WIB, tembok sekolah itu tiba-tiba saja langsung runtuh seketika dan menimpa rumahnya. Akibat kejadian itu, ruang tamu dan ruang makan serta perabotan miliknya hancur karena telah tertimpa puing-puing bangunan. Diduga tembok SKH Bahari yang tidak sesuai spesipikasi menjadi salah satu penyebabnya.

“Kejadiannya hari Minggu kemarin, tidak ada hujan atau angin, tiba-tiba saja tembok roboh dan seketika langsung menimpa rumah saya, pokoknya yang hancur itu ada di beberapa ruangan, seperti ruang tamu, ruang makan, kaca jendela dan perabotan yang ada telah hancur semuanya,” ungkap pria tersebut, yang diketahui akrab di panggil Ki Sunda ini, Selasa (24/10/2017).

Usia kejadian, pihak sekolah pun langsung datang untuk menemui korban dan berjanji akan secepatnya mengganti kerugian pemilik rumah tersebut. Namun Ki Sunda masih tetap di bingungkan apakah pihak sekolah akan secara total mengganti dari kerugian, ataukah hanya dengan sebatas mengganti atap yang rusak saja. Sebab diprediksi untuk kerugian mencapai hingga puluhan juta rupiah.

“Namun sudah ada itikad baik dari pengelolah sekolah tersebut,  pagi tadi dikabarkan kepala sekolah sudah datang langsung kesini, dia juga mengatakan akan menganti rugi, cuma saya masih tetap saja binggung, apakah mau diganti secara total atau hanya dengan sebatas atapnya saja,” ungkapnya.

Sementara itu, akibat peristiwa tersebut, Ki Sunda dan keluarga terpaksa harus rela mengungsi sementara kerumah salah satu keluarganya, karena puing bangunan masih tampak menumpuk dan memenuhi sebagian isi rumahnya. “Saat ini saya dan keluarga menumpang di rumah mertua,” imbuhnya.

Berdasarkan dari hasil informasi yang telah dikatakan oleh Ki Sunda, bangunan milik SKH Bahari Labuan yang sekarang digunakan itu, merupakan bekas rumah milik warga  yang telah dibeli oleh SKH Bahari. “Jadi SKH Bahari beli satu rumah milik warga yang sudah jadi, kemudian langsung ditambah temboknya guna kepentingan tertentu,” tutupnya. (Dedi/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 4 =