Pemprov Banten Tidak Keberatan Pasir Laut Kembali Dikeruk Untuk Reklamasi Teluk Jakarta

SERANG, KLIK BANTEN | Pemprov Banten diketahui tidak akan keberatan terkait masalah pasir laut kembali dikeruk untuk  dipakai dalam kepentingan reklamasi. Hal ini setelah  Pemerintah mencabut moratorium reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta.

Selama ini, kebutuhan pasir untuk mereklamasi pulau tersebut, hampir seluruhnya diambil dari kawasan pesisir utara Banten sampai ke Pulau Tunda.

Dari keterangan yang telah diberikan oleh Kepala Bappeda Banten, Hudaya Latuconsina mengatakan, pemprov tidak merasa keberatan pasir yang ada di wilayah pesisir pantai utara dan di kawasan sekitar Pulau Tunda akan diambil untuk kepentingan reklamasi tersebut.

“Izin keluar atau tidak, seperti apa analisis dampak lingkungan. Kalau amdalnya menganggap hal itu tidak ada persoalan, izin kan pasti bisa keluar. Ternyata ada masalah, berarti amdalnya juga tidak benar,” kata Hudaya kepada sejumlah awak media saat ditemui di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (10/10/2017).

Ia juga mengatakan, pemerintah provinsi tidak akan memungkiri adanya abrasi di daerah kawasan pesisir pantai utara Banten. Namun, jika dikemudian hari, misalkan amdal pengambilan pasir diwilayah kawasan tersebut ternyata tidak ada masalah, maka pemerintah juga tidak mampu berbuat apa-apa kecuali memberikan izin.

“Izin kepada pelaku penambang pasir juga harus bisa kita cermati terlebih dahulu terkait masalah amdalnya, nantinya mengganggu atau tidak,” katanya lagi.

Hudaya menambahkan, izin eksplorasi diwilayah pesisir pantai utara Banten kita ketahui memang sudah ada, bahkan sebelum moratorium reklamasi Teluk Jakarta dilakukan. Namun ia tidak dapat memerinci seberapa banyak izin tersebut yang telah dikeluarkan kepada perusahaan eksplorasi penambangan pasir.

“Izin ada terus, sudah keluar berapa izinnya, harus tanya ke (dinas) perizinan,” ungkapnya. (Dedi/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 1 =