Masih Adanya Penolakan Warga, Imunisasi Rubella di Banten Tidak Bisa Mencapai Target

SERANG, KLIK BANTEN | Dinas Kesehatan mengakui bahwa imunisasi measles rubella (MR) tidak bisa mencapai target seperti yang telah ditentukan. Salah satu penyebabnya adalah, masih kurangnya sosialisasi dan adanya penolakan awam terhadap program kesehatan dari Kemeterian Kesehatan tersebut.

“Memang terdapat di beberapa wilayah yang memang masih adanya penolakan. Karena ada yang menganggap tidak adanya label halal dari MUI. Tetapi kemarin kita sudah mendatangi sejumlah tempat-tempat yang diketahui menolak itu dengan Ketua MUI Banten (HM Romly). Akhirnya alhamdulilah mereka mau juga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Sigit Wardojo, Jumat (6/10/2017).

Sigit juga menambahkan, bahwa memang masih ada beberapa daerah yang masih terjadi penolakan vaksinasi justru malah di daerah Tangerang Raya. Hal itu, kata dia, diduga telah disebabkan kekwatiran dari warga masyarakat akan kandungan yang tidak ada label halal dari measles rubella.

Sebelumnya, sebanyak 322.285 anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun di Provinsi Banten diketahui masih belum melakukan imunisasi measles rubella (MR).

Jumlah tersebut masih sangat cukup banyak lantaran adanya penolakan dari masyarakat.

Dari keterangan yang diberikan oleh Kepala Seksi Surveilen dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr Rostina, mengatakan, pemerintah saat ini memiliki target imunisasi di atas 95 persen dari 3.332.285 jumlah anak.

“Seharusnya, target imunisasi MR yang mana telah ditentukan pemerintah sampai 30 September 2017 di atas 95 persen dari 3.322.285 anak, namun hanya mampu terealisasi baru sekitar 89,09 persen saja,” ujarnya.

Oleh karena itu, Rostina mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Banten akan berupaya untuk bisa bekerja keras lagi guna mencapai target imunisasi MR di atas 95 persen melalui perpanjangan waktu dua pekan ke depan. Perpanjangan waktu dimulai per-tanggal 2 hingga 14 Oktober 2017 mendatang, dengan menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas di daerah agar bisa melakukan penyisiran atau sweeping langsung ke rumah-rumah warga. (Dedi/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =