KPK Periksa CEO Cilegon United FC Hari Ini

JAKARTA, KLIK BANTEN | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui telah memanggil Yudhi Apriyanto, Chief Executive Officier (CEO) klub bola asal Kota Cilegon United . Dia juga harus segera kita periksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proses perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Transmart di Cilegon, Banten.

Selain Yudhi, penyidik juga ikut memanggil bendaharanya, Wahyu Ida Utama. Kedua orang ini akan diminta keterangan untuk tersangka Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon‎ (KIEC), Tubagus Dony Sugihmukti.

“Keduanya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka TDS (Tubagus Dony Sugihmukti),” kata Juru Bicara ‎KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Hingga kini, kita juga masih belum mengetahui kaitan keduanya dalam kasus suap yang ikut menjerat Walikota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi. Namun, dugaan sementara kedua orang ini mengetahui rentetan praktik suap tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah resmi menetapkan Walikota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan kawasan industri di wilayah Cilegon. Selain Iman, KPK juga ikut menetapkan lima tersangka lainnya yakni Kepala BPTPM Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira, Hendry selaku pihak swasta, Dirut PT KIEC, Tubagus Donny Sugihmukti.

Kemudian, Legal Manager PT KIEC, Eka Wandoro dan uang terakhir Project Manager PT BA, Bayu Dwinanto Utomo. Lima di antaranya telah terjaring OTT KPK pada Jumat 22 September hingga Sabtu 23 September 2017 dini hari, hanya Dony saja yang lolos.

Dalam kasus ini, Iman diduga kuat telah menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar untuk memuluskan proses perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Transmart yang akan dibangun di Lapangan Sumampir, yang berada di Jalan Yasin Beji, Kebon Dalem, Kota Cilegon. Transaksi suap kali ini menggunakan modus baru.

Dimana pihak penyuap yakni PT KIEC dan PT BA telah memberikan uang suap ke Iman melalui dana CSR pada Cilegon United Football Club. Saat penangkapan, penyidik pun berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 1,125 miliar dari perjanjian Rp 1,5 miliar.

Akibat perbuatannya, Iman dan Ahmad Dita sebagai pihak penerima suap telah dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, Hendry, Tubagus Donny, Eka Wandoro dan Bayu Dwinanto sebagai pihak pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Dedi/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =