Antisipasi Tindak Korupsi, KPK Dikabarkan Telah Kirim Tim Pencegahan ke Provinsi Banten

SERANG, KLIK BANTEN | Sejumlah wilayah telah dipantau oleh KPK berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Meski sejumlah kepala daerahnya kita ketahui telah dijerat dalam beberapa minggu terakhir ini, wilayah tersebut masih saja kerap menjadi ‘langganan’ penyidik KPK.

Tim pencegahan pun dikirim KPK ke daerah-daerah itu. Tim KPK tersebut diketahui nantinya akan ikut mengawal proses pengadaan barang dan jasa hingga dalam masalah perizinan di wilayah masing-masing agar bisa terhindar dari rasuah.

“Contohnya seperti di provinsi Riau. Riau itu gubernurnya sudah 3 kali berurusan dengan KPK, dan juga sudah 3 gubernurnya dipenjara,” ucap Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di gedung lama KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).

Sedangkan, tiga orang yang pernah menjabat sebagai Gubernur Riau dan dijerat oleh KPK tersebut adalah, Saleh Djasit, Rusli Zainal dan Annas Maamun. Menurut Syarif, 3 orang itu telah terlibat dalam kasus korupsi pengadaan barang dan jasa serta perizinan. Dia juga ikut  menyebutkan, meski 3 gubernur Riau itu sudah dipenjara, namun tata cara pengelolahan di Pemprov Riau masih tetap tidak berubah.

“Tahun kemarin, di bulan Januari tim kita berangkat ke Riau, kita masih melihat tata cara kelola di Provinsi Riau apakah masih sama dengan tahun sebelumnya dengan setelah dipenjara 3 gubernurnya, ternyata sama saja,” ujar Syarif.

Menurut Syarif, penindakan KPK tidak bisa mengubah perbaikan dalam tata cara kelola provinsi dan kabupaten. Oleh sebab itu, KPK akan mengirimkan tim pencegahan ke Riau.

“Medan, Sumatera Utara juga demikian, jadi ternyata penindakan tidak bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap upaya perbaikan dari sistem tata cara kelola lembaga, provinsi atau kabupaten. Makanya sekarang ada tim pencegahan yang akan mengawasi Riau. Ada 3 orang yang akan pergi kesana, supaya bapak-bapak kalau pergi kesana bapak usaha disana minta izin jangan lagi membayar, kalau membayar yang formal saja,” ujar Syarif.

Selain itu, Syarif juga mengatakan, KPK juga mengirimkan tim pencegahan di Sumatera Utara dan Banten. Syarif menyebut tim itu dikirim 2 minggu sebelum Walikota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi ditangkap KPK.

“Kita juga akan melakukan hal yang sama di Provinsi Sumatera Utara dan Banten, tetapi 2 minggu sebelum menangkap Walikota Cilegon, kami ada di sana. Ada tim KPK yang juga ikut mendampingi. Kadang kesal juga kita di DPR diomelin tidak selalu melakukan pencegahan hanya penindakan,” kata Syarif. (Dedi/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 4 =