Korem 064 MY Ajak Masyarakat Nobar Film G/30 S PKI, Warga Berbondong-bondong Ikut Nobar

SERANG, KLIK BANTEN | Jajaran Korem 064 Maulana Yusuf Banten mengajak masyarakat “menonton bareng” (nobar) film dokumentar G 30 S PKI yang dilaksanakan di aula makorem setempat, Jumat malam (22/9/2017). Pemutaran film ini diketahui sempat mendapat protes dari para tokoh masyarakat setempat, karena durasi film yang tadinya lebih dari 3 jam tersebut, hanya diputar dalam durasi yang hanya 1 jam saja.

“Kita kan biasanya nonton film yang lengkap yang lebih dari tiga jam. Ini karena dipotong jadi hanya cuma satu jam saja, filmnya pun dinilai menjadi kurang seru,” kata Yadi Sufiadi, salah satu tokoh masyarakat yang juga menjadi sebagai Ketua RW di Kelurahan Pegantungan, Kecamatan Serang Kota, Kota Serang, Banten.

Menurut Yadi, film dokumentar itu seharusnya jangan dipotong karena dari film itulah masyarakat bisa banyak mengetahui seperti apa kekejaman PKI pada jaman dahulu jadi itu bisa menjadi pelajaran bagi anak-anak muda kita dan mereka juga bisa lebih tau serta juga bisa mengenal sejarah perjuangan bangsa ini.

Meskipun demikian, dirinya pun mengaku sangat memahami alasan dari TNI AD untuk memangkas film tersebut. “Memang banyak adegan-adegan di film itu yang mengandung kekerasan dan tidak layah juga untuk ditonton anak-anak,” ujarnya usai nobar.

Yadi juga mengaku sangat mengapresiasi langkah Panglima TNI yang menginstruksikan langsung kepada jajaranya untuk bisa mengajak masyarakat menonton bersama pemutaran film G 30 S/PKI. “Nobar ini sangat bagus, jadi masyarakat terutama generasi muda juga lebih bisa mengetahui sejarah kelam yang pernah terjadi.”ujarnya.

Yadi mengaku berencana akan meminta rekaman film G 30 S/PKI yang lengkap dari korem dan akan memutarnya di RW nya. “Saya akan minta rekaman yang tiga jam lebih dan akan saya putar di daerah kami.”ucapnya.

Sementara itu, Kapenrem 064 Maulana Yusuf Banten, Kapten Inf. Widhitama mengaku memutarkan film ini merupakan sesuai dari arahan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Adapun durasinya memang dipangkas dari tiga jam lebih menjadi satu jam.

“Tapi bukan kami yang memangkasnya, rekaman film ini sesuai yang ada di pusat,” ujarnya.

Widhi juga mengaku acara nonton bersama ini tidak hanya dilakukan di makorem saja, tetapi di seluruh kodim, hingga koramil. “Sama seperti di makorem, di makodim dan koramil, kita juga mengajak masyarakat untuk bisa nonton bersama.”ucapnya.

Widhi menambahkan, dirinya mengaku pemutaran film ini memang sengaja dilakukan sebagai fakta dari sejarah yang harus bisa diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. “Setelah ini, nanti tanggal 30 September kita mengadakan nonton bersama lagi.” katanya. (Dedi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =