Berkas Kasus Dugaan Ijazah Palsu Tahap Dua Politisi Hanura Telah Rampung

SERANG, KLIK BANTEN | Penyidik Subdit III Reserse Kriminal Umum Polda Banten telah melakukan pelimpahan tahap dua kasus dugaan ijazah palsu anggota DPRD Kabupaten Serang, Abdullah. Politisi dari Partai Hanura tersebut, terjerat kasus ijazah palsu Paket C yang diketahui ia gunakan sebagai persyaratan untuk pendaftaran calon anggota legislatif di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang, Banten.

“Kita juga sudah melakukan pelimpahan tahap dua. Berkasnya kini sudah lengkap da nada di kejaksaan (Kejati Banten),” kata Kepala Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten, AKBP Yoga Priyahutama yang juga ikut didampingi oleh Kepala Unit Subdit III, Kompol Sukirno, Jumat (15/9/2017).

Hingga saat ini lanjut dia, mengenai untuk proses penahanan Abdullah, itu akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak Kejaksaan Tinggi Banten. Hingga saat ini informasi terakhir Abdullah masih belum ditahan.

Untuk sekadar diketahui, dugaan kasus ijazah Paket C palsu itu diusut seusai menerima pengaduan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Jambak pada bulan September 2016 lalu. Politikus dari Partai Hanura tersebut, diduga kuat telah menggunakan ijazah tersebut sebagai salah satu syarat administrasi ketika dirinya mendaftar sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Serang 2014 silam.

Saat dalam proses penyelidikan, Ijazah Paket C milik Abdullah itu, pihak penyidik diketahui telah mengonfirmasi nomor ijazah Paket C tersebut ke Dindik Provinsi DKI Jakarta. Hasilnya, menyatakan bahwa Dinas Pendidikan Jakarta menyatakan tidak pernah menerbitkan ijazah setingkat SMA itu atas nama Abdullah.

Ditempat terpisah, dihubungi melaui sambungan via telepon, Abdullah menampik bahwa proses hukum yang tengah berlangsung di Polda Banten.

“Semuanya sudah beres kok. Sudah saya klarifikasi semua. Jadi sekarang memang sudah tidak ada apa-apa lagi. Kalau mau lebih jelasnya nanti ngobrolnya langsung bertemu dengan saya saja,” kata Abdullah singkat. (Dedi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 15 =