BAPPEDA Kota Serang Selenggarakan Sosialisasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak 2017

KLIK BANTEN | Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana terutama dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga peserta didik terhadap anak-anak khususnya secara aktif dapat mengembangkan potensi diri yang dapat mewujudkan kekuatan spiritual keagamaan yang tinggi, kecerdasan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan yang berguna baik bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

“Upaya pencapaian proses belajar ini tentunya harus didukung oleh semua pihak. untuk itu dalam suasana belajar dan proses pembelajaran memerlukan suasana yang mendukung untuk kenyamanan anak melalui sekolah yang ramah anak. Hal itu berdasarkan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2013, tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada pasal 1 (satu), bahwa pemenuhan hak pendidikan anak adalah usaha sadar dan ter-rencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik pada usia anak secara aktif mengembangkan potensi pada dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. ”demikian dikatakan Wakil Wali Kota Serang, H. Sulhi Choir dalam sambutan pembukaan acara Sosialisasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak 2017 di Rumah Makan S Rizki Ciceri Kota Serang, yang diselenggarakan oleh Bappeda Kota Serang. rabu (13/9).

Menurut Sulhi, Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan salah satu indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia nomor 12 tahun 2011 tentang Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak pasal 11, bahwa indikator KLA untuk klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan seni budaya, salah satunya meliputi persentase SRA. sementara itu, guna lebih memberikan arah dalam pengembangan SRA diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia no 8 tahun 2014 tentang Kebijakan SRA.

“Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan yang mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak–hak anak, dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang salah lainnya, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, dan mekanisme pengaduan. yang Tujuannya yaitu untuk memenuhi, menjamin dan melindungi hak anak melalui lingkungan SRA, untuk memastikan bahwa, satuan pendidikan dalam mengembangkan minat bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati, dan bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian.”ungkap Wakil Wali Kota Serang, Sulhi Choir.

Lebih lanjut Sulhi mengatakan, sekolah harus menciptakan suasana yang kondusif agar anak merasa nyaman dan dapat mengekspresikan potensinya, guna mewujudkan hal tersebut ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, program sekolah disesuaikan dengan dunia anak, artinya program disesuaikan dengan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Kedua, lingkungan sekolah yang mendukung, yaitu suasana lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat bagi anak untuk belajar tentang kehidupan. yang Ketiga yaitu, aspek sarana-prasarana yang memadai. sarana-prasarana utama yang dibutuhkan berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran anak. sarana-prasarana tidak harus mahal tetapi sesuai dengan kebutuhan anak.

”Karena anak merupakan asset yang sangat penting, maka anak merupakan generasi penerus masa depan bangsa, sebagai penentu kualitas Sumber Daya Manusia Masyarakat Indonesia yang akan menjadi pilar utama dalam pelaksanaan pembangunan nasional, sehingga perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat.” Ungkap Sulhi.

Seraya mengucapkan Bismillahirohmanirohim acara Sosialisasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA) diKota Serang resmi dibuka. Kemudian dilanjutkan dengan acara diskusi dan tanya jawab para narasumber dan para peserta diskusi. Para narasumber tersebut adalah Pejabat Kementerian P2PA Deputi Tumbuh Kembang Anak Republik Indonesia, Kepala BAPPEDA Kota Serang Joko Sutrisno, Kepala Sekolah SMP IT Raudhatul Jannah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Serang dan Pejabat BPBD Kota Serang. Peserta acara tersebut dihadiri para Kepala Sekolah Paud, SD, SMP dan Komite se-Kota Serang, Para Guru dan siswa-siswi se-Kota Serang.

Acara berlangsung dari pukul 08.00 hingga 01.00 WIB. Usai acara Sekretaris Bappeda Kota Serang Dedi Suryadi yang didampingi Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Serang Kristiyanto mengatakan, Bahwa Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Anak didalam dan di lingkungan sekolah, maka wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temanya di dalam sekolah yang bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainnya. Perlindungan ini dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah, dan masyarakat.

”Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana terutama dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi pada dirinya yang harus didukung oleh semua pihak,”ungkap Dedi kepada Klik Banten.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, Sekolah Ramah Anak juga merupakan sebagai pendidikan karakter, dan pendidikan moral, karena saat ini banyak pengaruh-pengaruh negatif pada media sosial (Medsos) yang dapat mempengaruhi karakter anak.

”Maka salah satu upaya untuk mencapai karakter anak yang baik dan peningkatan kualitas sekolah adalah menciptakan sekolah yang ramah anak. Sekolah bukan merupakan dunia yang terpisah dari realitas keseharian anak dalam keluarga karena pencapaian cita-cita seorang anak tidak dapat dipisahkan dari realitas keseharian.”Katanya. (bay/ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =