Terkait Persoalan Sampah, Ini Penjelasan Kabid Kebersihan DLH Kota Serang

SERANG, KLIK BANTEN | Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ajat Sudrajat mengatakan terjadinya penumpukan sampah pada sejumlah titik di wilayah Kota Serang karena ketersediaan armada angkutan tidak sebanding dengan volume sampah yang harus diangkut.

“Persoalan utamanya karena kekurangan truk pengangkut sampah,” kata Ajat Sudrajat kepada Klik Banten, Senin (11/9) di Serang.

Dijelaskan oleh Ajat, volume sampah di Kota Serang saat ini sudah mencapai 1400 – 1500 kubik perharinya. Dari jumlah itu, 30 persennya sudah ditangani oleh pihak ketiga dan 70 persen sisanya dikelola langsung oleh Bidang Kebersihan DLH Kota Serang.

“Jumlah truk angkutan sampah yang dimiliki DLH saat ini sebanyak  29 unit dan delapan unit diantaranya tidak bisa menjalankan operasional kegiatan karena mengalami kerusakan sehingga yang bisa operasional hanya 21 unit saja. Adapun kapasitas angkut masing-masing truk sebanyak 6 kubik,” jelas Ajat.

Menurut Ajat, dengan volume sampah Kota Serang yang ada saat ini, idealnya bidang kebersihan DLH memiliki truk angkutan sampah sebanyak 45 unit.  Tidak itu saja, untuk bisa lebih memaksimalkan pengelolaan sampah, pihaknya juga membutuhkan alat berat seperti Becko Loader sehingga proses angkut dari bak container di masing-masing TPS (Tempat Penampungan Sementara) ke atas truk bisa menjadi lebih cepat.

Kaitan dengan kekurangan truk angkutan dan alat becko loader tersebut, lanjut Ajat, DLH Kota Serang diketahui telah mengajukan surat permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, karena dari APBD Kota Serang tahun 2017 ini tidak ada anggaran untuk pengadaan truk angkutan sampah.

“Sekitar bulan Juli 2017 lalu kami juga sudah melayangkan surat permohonan bantuan kendaraan dumptruck dan becko loader ke Bapak Gubernur Banten. Mudah-mudahan saja permohonan itu bisa segera untuk bias direaliasikan oleh Pemprov Banten pada APBD perubahan di tahun 2017 ini mengingat Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten,” harapnya.  (Ded/ILK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =