Dua Kali Membobol Restauran, Seorang OB di Bandara Soekarno-Hatta Diciduk Polisi

TANGERANG, KLIK BANTEN |  Petugas kepolisian berhasil menangkap seorang office boy (OB) sebuah maskapai penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. OB yang berinisial K itu diketahui sudah 3 kali melakukan aksi pencurian di area Terminal 2 bandara.

“Sat Reskrim telah berhasil mengamankan seseorang dengan inisial K yang diduga kuat telah 3 kali melakukan aksi pencurian. K adalah salah satu karyawan di maskapai penerbangan,” kata Kapolres Metro Bandara Soekarno-Hatta Kombes Arief Rahman kepada wartawan, Kamis (7/9/2017).

Tiga lokasi yang telah dibobol tersangka adalah Restoran Indo Cafe, Restoran Baso Afung, dan Restoran Mochi Sweet. Dalam aksinya, pelaku kerap menggunakan jaket dan masker untuk bisa menutupi wajahnya.

“Saat melakukan aksi pencuriannya, ia selalu menggunakan jaket abu-abu dan penutup kepala serta masker penutup wajah. Tujuannya hanya untuk tidak dapat dikenali pada saat ia rekaman kamera CCTV,” lanjut Arief.

Aksi itu juga dilakukan tersangka pada Januari, Juli, dan September 2017. Aksi terakhir pelaku dilakukannya di Restoran Mochi Sweet pada 3 September lalu.

Dalam aksinya, tersangka selalu membobol rolling door dan laci restoran saat keadaan sudah sepi. Dia kemudian membawa kabur sejumlah uang dan barang berharga yang ada di restoran tersebut.

Arief juga menyebut, akibat ulah tersangka, ketiga restoran itu sedikitnya mengalami kerugian sebesar jutaan rupiah. Kerugian paling terbesar dialami oleh Restoran Indo Cafe, yakni Rp 11 juta.

“Di Restoran Indo Cafe, jumlah kerugiannya Rp 11 juta. Di Restoran Baso Afung, jumlah kerugian Rp 10 juta. Di Restoran Mochi Sweet, jumlah kerugian hanya Rp 1 juta,” imbuhnya.

Selain berhasil menangkap tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai hasil curian, laptop, dan obeng yang juga diketahui kerap digunakan tersangka untuk beraksi. Dia akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dan diancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Dedi/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + seven =