Rencanakan Teaching Factory, SMKN 4 Kota Serang Terkendala Sarana Gedung yang Belum Memadai

SERANG, KLIK BANTEN | Pentingnya penyediaan sumberdaya manusia (SDM) yang terampil akan bisa diwujudkan oleh pemerintah melalui kebijakan peningkatan mutu pendidikan kejuruan yang memberi perhatian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pengembangan SMK saat ini mulai bergerak dari orientasi pasar tenaga kerja lokal kepada pasar tenaga kerja di ASEAN (Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA), serta telah mempersiapkan para lulusannya dengan pembekalan karakter kewirausahaan (entrepreneurship).

Rencana penerapan teaching factory di SMKN 4 Kota Serang itu dinilai merupakan salah satu bentuk wujud dari satu upaya Direktorat Pembinaan SMK untuk lebih bisa mempererat kerjasama atau sinergi antara SMKN 4 dengan industri.

“Menurut Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Serang, Yadi Sufiyadi SPd.MSi mengatakan, teaching factory rencananya sudah akan dibentuk agar bisa menjadi konsep untuk pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya, juga untuk para siswa yang diketahui bisa menjembatani kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang diberikan pihak sekolah dan kebutuhan industri, “kata Yadi Sufiyadi saat ditemui di ruang kerjanya oleh Klik Banten.

Teaching factory juga merupakan upaya pengembangan dari unit produksi, yakni penerapan dari sistem industri mitra di unit produksi yang telah ada di SMK. Unit produksi adalah pengembangan bidang usaha sekolah, selain bisa untuk menambah penghasilan sekolah yang dapat digunakan dalam upaya pemeliharaan peralatan, peningkatan SDM, juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-benar nyata pada siswanya. Penerapan unit produksi sendiri memiliki landasan hukum yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 pasal 29 ayat 2 yaitu “Untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah kejuruan menjadi tenaga kerja, pada sekolah menengah kejuruan dapat didirikan unit produksi yang beroperasi secara profesional.”ucap Yadi.

Proses pembelajaran melalui teaching factory bertujuan untuk bisa menumbuh-kembangkan karakter dan etos kerja (disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, kepemimpinan, dan lain-lain) yang dibutuhkan DU/DI serta meningkatkan kwalitas hasil pembelajaran dari sekedar membekali kompetensi (competency based training) menuju ke pembelajaran yang membekali kemampuan memproduksi barang/jasa (production based training).

Hubungan kerjasama antara SMKN 4 Kota Serang nantinya dengan industri dalam pola pembelajaran Teaching Factory akan memiliki berdampak positif untuk bisa membangun mekanisme kerjasama (partnership) secara sistematis dan terencana didasarkan pada posisi tawar win-win solution. Penerapan pola pembelajaran Teaching Factory merupakan interface dunia pendidikan kejuruan dengan dunia industri, sehingga terjadi check and balance terhadap proses pendidikan pada SMK, khususnya bagi SMKN 4 Kota Serang demi untuk menjaga dan memelihara keselarasan (link and match) dengan kebutuhan pasar kerja.

Jadi apabila SMKN 4 Kota Serang sudah bisa memiliki gedung Teaching Factory untuk siswanya, selain untuk memudahkan seluruh siswanya mempermudah dan menambah pengetahuan dalam proses pembelajaran. Tidak hanya itu, dinilai juga bisa ikut mendorong siswa dalam meraih sejumlah prestasi, seperti yang telah kita ketahui bahwa siswa-siswi SMKN 4 Kota Serang beberapakali telah ikut andil dalam mengharumkan nama Provinsi Banten dalam sejumlah perlombaan di tingkat Nasional.

Sementara itu, rencana terkait untuk bisa membangun atau memiliki gedung Teaching Factory di SMKN 4 tersebut, juga bertujuan untuk program kerjasama dengan pihak Axioo Class Program yang saat telah menjalin kesepakatan kerja dengan pihak sekolah SMKN 4 Kota Serang, berencana akan memberikan subsidi bantuan seluruh perangkat kerja siswa dalam menunjang pembelajaran mereka agar bisa lebih efesien, yang diketahui kalau itu berbentuk uang bisa mencapai ratusan juta rupiah lebih. (Dedi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =