Kasus OTT Pegawai Pungli, Penyidik Polda Banten Resmi Hentikan Proses Penyelidikan

SERANG, KLIK BANTEN | Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Pungli) diketahui telah menghentikan semua kasus penyelidikan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada beberapa pegawai yang terkena OTT.

Pegawai yang terkena OTT tersebut antara lain, Dinas Perhubungan Kota Serang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Pandeglang dan Dinas Pelayanan Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Tangerang.

Sebagai sanksi tegas terhadap sejumlah para pegawai yang terkena OTT, penyidik dari Reserse Kriminal Khusus Polda Banten yang tergabung dalam Tim Saber Pungli, dikabarkan akan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pembinaan. Acuannya, tidak lagi  melalui ranah pidana saja, namun kepada Peraturan Pemerintah Nomor  53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Kita ini kan gabungan dengan (tim) provinsi juga, maka untuk itu kita masih menggunakan PP 53. Hasil pemeriksaan kita ini nantinya juga akan di kembalikan ke pihak Pemda untuk dilakukannya tindakan (sanksi) disiplinnya. Apakah nantinya mereka akan dipindahkan atau hanya cukup diturunkan pangkatnya saja, itu semuakan tergantung mereka,” kata Direktur Kriminal Khusus Polda Banten, kombes Pol Widoni kepada  Klik Banten, Selasa (5/9/2017).

Sebelumnya, Direktur Kriminal Khusus mengakui, Tim Saber Pungli terlalu cepat dalam mengambil keputusan untuk melakukan OTT. Sementara antara unsur di dalam Tim Saber Pungli tersebut dinilai belum ada kesepahaman terkait soal mekanisme sanksi yang akan diterapkan kepada para pegawai yang tertangkap tangan dalam OTT tersebut.

“Yang terdahulu itu (OTT di Dishub Kota Serang dan Disdukcapil Pandeglang) sampai SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan). Paling tidak berubah suasana disitu karena menggunakan acuan PP 53,” jelasnya.

Ditambahkan Widoni, bahwa ada beberapa pertimbangan kemanusiaan terhadap para pegawai yang telah melakukan pungli. Jika ranah hukum yang digunakan, maka keputusan pengadilan akan menjadikan dasar atas pemecatan para pegawai tersebut. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak Provinsi. Kita kembalikan semua keputusan ke Satker (Satuan Kerja) masing-masing. Terutama kepada kepala daerah yang akan memberikan sanksi tegas  kepada mereka,” paparnya.

Kendati demikian, proses penyelidikan maka selanjutnya akan dihentikan, lanjut dia, Tim Saber Pungli yang memegang data para pegawai itu tetap bisa memantau untuk  memastikan yang bersangkutan mendapatkan sanksi seperti apa dari Badan Kepegawaian Daerah.

“Biar jelas. Kita akan lihat langkah tegasnya seperti apa. Dari pada lanjut ke jaksa penuntut umum nantinya akan lebih berat,” ucapnya.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli telah melakukan OTT terhadap dua orang oknum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pandeglang. Selain itu, Tim Saber juga berhasil ikut mengamankan empat orang pegawai dari Dinas Perhubungan Kota Serang. Di tempat terpisah, sedikitnya empat orang juga berhasil diamankan dalam OTT dari bagian perizinan Penanaman Modal di DPMPST Kabupaten Tangerang, Banten.  (Dedi/red). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + seven =