September, Setiap Desa Wajib Untuk Selesaikan Laporan Penggunaan DD

PANDEGLANG, KLIK BANTEN | Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Banten, Taufik Hidayat menyebutkan, selama awal bulan September mendatang, setiap desa penerima Dana Desa (DD) wajib untuk mulai melaporkan penggunaan DD Tahap I. Jika nantinya terlambat, maka proses pencairan DD Tahap II juga dipastikan akan ikut molor. Untuk itu sekali lagi ia tidak henti-hentinya untuk terus mengingatkan agar seluruh desa mulai menyiapkan terkait laporan pertanggungjawaban DD.

“September nanti, mereka harus segera mulai masuk dan juga harus bisa diselesaikan dalam kurun waktu sebulan. Kami sebelumnya telah memperhitungkan untuk memberi batas akhir. Karena saat mereka tidak bisa melaporkan, maka akan terlambat pula proses pencairan DD Tahap II,” ujar Taufik, Senin (28/8/2017).

Sementara terkait untuk pertanggungjawaban, Alokasi Dana Desa (ADD), kini sudah disampaikan ke pihaknya baru sekitar 80 persen saja dari total 326 desa penerima. DPMPD telah membatasi hasil penyampaian laporan ADD hingga akhir Agustus. Setelah selesai, masing-masing desa agar bisa dapat kembali untuk mengajukan usulan pencairan ADD pada tahapan selanjutnya.

“Sekarang sedang menyelesaikan ADD, hingga hari ini baru 80 persen saja yang sudah bisa mempertanggungjawabkan ADD Tahap I. Jika itu bisa selesai, maka kita akan berikan usulkan ADD Tahap II,” imbuhnya.

Namun begitu, DPMPD Pemkab Pandeglang, tetap akan langsung untuk mengusulkan pencairan bagi desa yang mana telah menyelesaikan kewajibannya, tanpa harus menunggu dari seluruh desa di kecamatan menyerahkan.

“Dari kecamatan ada yang bolong, misalkan ada 8 dari 10 desa, kami tidak akan menunggu. Yang sudah selesai kami langsung usulkan. Karena kami juga ingin memberikan reward dan punishment,” terang Taufik.

Adapun mantan Inspektur Inspektorat  ini mengklaim, dalam proses penyerapan DD maupun ADD tahun ini, sudah lebih bisa terarah. Hasil monev yang sudah dilakukan, pihaknya tidak menemukan adanya penggunaan yang menyimpang dari ketentuannya. Hanya saja ada beberapa desa yang sedikit mengalami kesalahan dalam hal realisasi dan perencanaan.

“Kami bisa lihat dari hasil monev, sebagian besar sudah sangat bagus. Akan tetapi ada beberapa yang sedikit, contoh ada pekerjaan yang memang tidak sesuai dengan perencanaannya, namun sudah kami arahkan agar segera bisa untuk diperbaiki,” jelasnya.

Tahun ini Pemkab Pandeglang diketahui memperoleh Dana Desa sebesar Rp 401 miliar. Sementara untuk Alokasi Dana Desa, Pemkab juga telah menganggarkan Rp 233 miliar. Jika ditotal seluruhnya, masing-masing desa minimal bisa menerima bantuan sebesar Rp 800 juta hingga Rp 1.2 miliar. Sedangkan sejauh ini, DD Tahap I memang sudah dicairkan sebesar Rp  240 miliar. (Dedi/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − fourteen =