Polisi Menilai Adanya Dugaan Korupsi Dana Desa Binangun yang Merugikan Negara Senilai Rp 136 Juta

SERANG, KLIK BANTEN | Kepolisian Resort Serang Kota mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan anggaran dana desa Desa Binangun, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten yang telah menyebabkan kerugian negara senilai Rp 136 juta.

Wakapolres Serang Kota, Kompol Tidar Wulung Dhono menjelaskan, adanya dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan dana desa, bagi hasil pajak daerah dan juga bagi hasil retribusi daerah di desa tersebut terjadi selama tahun anggaran 2015 dan 2016.

“Barang bukti yang kini sudah berhasil kita amankan dua bundel foto copy dokumen Perdes ABPDes tahun anggaran 2015 dan 2016, dua bundel foto copy laporan bidang penyelenggaraan pemerintah desa tahun anggaran 2015 dan 2016, dua bundel laporan bidang pembangunan desa tahun anggaran 2015 dan 2016, dua bundel foto copy laporan pertanggun jawaban realisasi tahun anggaran 2015 dan 2016, foto copy dokumen SPP, SPM dan SP2D dari BPKAD Kabupaten Serang realisasi anggaran tahun anggaran 2015 dan 2016, dan yang terakhir yaitu foto copy SK pengangkatan kepala desa Binagun periode 2011-2017 atas nama Sulaeman,” papar Tidar di Mapolres Serang Jumat (11/8).

Sedangkan untuk modus operandi tindak pidana tersebut, Tidar menjelaskan, pada pengelolaan dana desa, ADD, BHPD, dan BHRD Desa Binangun tahun anggaran 2016 diketahui terdapat belanja yang tidak direalisasikan sesuai dengan SPJ dan LRA namun dilaporkan telah dilaksanakan.

Dalam laporan tersebut, belanja fisiknya yaitu pada tahun 2015 terdapat item pekerjaan pengadaan peralatan kantor sebesar Rp 68 juta lebih dan itu telah dipertanggunjawabkan 100 persen namun dalam realisasinya terdapat beberapa item barang yang diketahui tidak diadakan dengan nilai Rp 46 juta lebih alias fiktif.

Pada kegiatan selanjutnya, untuk tahun anggaran 2016, desa Binangun telah menganggarkan kegiatan pembangunan fisik sebanyak delapan item, dari delapan kegiatan pembangunan fisik tersebut dalam dokumen pertanggungjawaban dan laporan realisasi anggaran memang telah dilaksanakan seluruhnya akan tetapi realisasinya ada salaha satu item pekerjaan pemasangan paving block di kampung Balagendong senilai Rp 89 juta lebih yang diketahui tidak dilaksanakan alias fiktif.

“Berdasarkan dari Fakta tersebut telah dikuatkan dengan adanya hasil audit dari inspektorat Kabupaten Serang yang mana dituangkan dalam LHP inspektorat Kabupaten Serang tertanggal 13 April 2017, sehingga telah menimbulkan kerugian negara dengan total kerugian Rp 136 juta lebih,” papar Tidar.

Masih menurut Tidar, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya penyelidikan dan telah ikut meminta keterangan dari 11 saksi. Sedangkan untuk tersangka sampai saat ini pihaknya masih belum bisa tetapkan. “Sekarangkan masih dalam tahap pemeriksaan,” ujaranya sembari menjelaskan alasan terkait belum ditetapkannya tersangka dalam kasus tersebut. (Dedi/Red). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 8 =