Tuntut Pemerataan Pembangunan, Demo HMI Berakhir Ricuh

CILEGON, KLIK BANTEN  | Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Cilegon di depan Kantor Walikota Cilegon, Selasa (25/7/2017), berakhir ricuh.

Puluhan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Cilegon. Dalam aksinya, mereka menuntut Pemkot Cilegon untuk segera melakukan pembangunan secara merata hingga ke daerah pelosok yang berada di wilayah Kota Cilegon.

Puluhan massa aksi memaksa untuk masuk karena aspirasi mereka tidak juga ditanggapi oleh pejabat yang saat itu sedang mengikuti rapat di Bogor, mahasiswa yang sudah kesal itu pun tetap memaksa untuk bisa masuk kedalam Gedung Kantor Walikota tersebut.

Namun karena merasa sengaja dihalangi oleh barisan aparat kepolisian, maka aksi saling dorong antara mahasiswa dengan anggota kepolisian pun tak dapat dihindari.

Kericuhan pun sempat terjadi, aksi saling dorong dan juga saling pukul antara petugas kepolisan dengan massa aksi pun sempat terjadi selama setengah jam. Akibat kericuhan tersebut, beberapa mahasiswa mengalami luka memar dan luka lecet yang diduga telah dilakukan oleh anggota kepolisian.

“Semula kita aksi damai, dan ingin bertemu Walikota. Beliau (aparat) bilang Pak Walikota tidak ada, dan para pejabat juga sedang rapat di Bogor. Nah kita ingin menemui (memastikan) di dalam, tapi nyatanya mereka (Polisi) malah lebih dahulu memukul kita dengan tindakan anarkis,” ungkap Lutfi Mubarok, salah seorang mahasiswa.

Dikatakan, mahasiswa mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan saat itu. “Saya melihat ada dua anggota polisi yang memukul dan menendang. Termasuk menunjuk-nunjuk kami semua. Kita akan bawa persoalan ini ke ranah hukum, kami aksi damai tapi kenyataannya seperti ini,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan dari keterangan kapolsek Pulomerak Kompol Kamarul Wahyudi yang dikonfirmasi mengatakan, aksi saling dorong itu lantaran anggota kepolisian sudah terpojok oleh dorongan mahasiswa yang memaksa masuk ke Kantor Walikota.

Dikatakannya, kondisi semakin memanas ketika kayu bendera yang dibawa oleh massa aksi dari mahasiswa mengarah ke anggota yang terus terpojok. “Kan dia (mahasiswa) yang dorong, dia juga mendesak melulu, maksa ingin masuk. Kita kan bertahan, didorong terus sehingga kita terdesak di pagar,” ujarnya. (Ayu).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =