Walikota Minta PT Indoferro Cari Solusi dan Tunda PHK Massal

CILEGON, KLIK BANTEN | Rencana terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap sekitarar 1.200 buruh PT Indoferro sampai terdengar ke telinga Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi. Mensoalkan dari rencana pabrik peleburan nikel itu, Iman juga meminta kepada pihak manajemen agar bisa untuk mencari alternatif lain sebelum memutuskan langkah PHK.

“Sebetulnya PHK itu adalah alternatif terakhir, kita telah meminta perusahaan untuk bisa mencari jalan keluar terhadap kesulitan yang sedang dihadapi, tidak dengan PHK. Misalkan berkumpul dengan karyawan, dibicarakan sama-sama bersama apa yang akan menjadi yang terbaik. Artinya ketika pihak perusahaan merugi, karyawan juga bisa memahami itu,” ujarnya, Minggu (23/7/2017) kemarin.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, hampir seluruh kondisi perusahaan peleburan (smelter) di tanah air terancam bangkrut menyusul dengan pemberlakuan kebijakan pemerintah menyangkut relaksasi ekspor konsentrat dan mineral mentah kadar rendah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 yang dilanjutkan dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Nomor 5 Tahun 2017 dan Nomor 6 Tahun 2017.

“Harusnya bisa terbangun (komunikasi) antara Indoferro dan karyawan. Perusahaan yang lebih tahu di dalamnya seperti apa. Disnaker juga sudah kita sarankan untuk memanggil pihak perusahaan, sebelum mereka mengambil langkah PHK,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Umum PT Indoferro, Suwandi juga mengungkapkan, kalau pihak perusahaan sudah tidak mampu lagi untuk tetap bertahan dengan pemberlakuan kebijakan tersebut. Pihaknya juga sudah berupaya sejak beberapa bulan terakhir ini untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan yang terletak di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan tersebut.

“Kita sudah coba untuk bertahan. Kalau dengan modal tambahan, itu pun mungkin hanya akan bisa bertahan beberapa bulan saja, karena dengan kebijakan itu, otomatis pihak perusahaan akan terus merugi. Kalaupun karyawan masih ingin terus bekerja, kita pun sama. Tapi siapa yang akan membayar upahnya?,” katanya. (Dedi/Ayu). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =