BP3TKI Banten Banyak Terima Laporan TKI Banten Tidak Digaji

SERANG, KLIK BANTEN | Pihak Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Serang hingga saat ini sudah menerima 140 laporan pengaduan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah sejak Januari hingga Juli 2017. Dari laporan tersebut banyak laporan terkait persoalan gaji yang tidak dibayar.

“Rata-rata memang persoalan gaji tidak dibayar oleh majikan. Tapi ada beberapa juga yang karena memang putus komunikasi dengan pihak keluarga yang ada di Saudi (Arab Saudi),” kata Bajongga Aprianto, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Serang ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/7/2017) lalu.

Dari tahun 2016 pihaknya sudah menerima laporan TKI asal Pemprov Banten bermasalah sebanyak 213 laporan. Jumlah tersebut justru menurutnya sedikit ada peningkatan yang dibilang sangat signifikan tajam setelah pihaknya membuka layanan pengaduan di Bandara Soekarno-Hatta. Melalui loket aduan, TKI dari luar juga bisa langsung melaporkan kasus yang sedang dialaminya sebelum ia tiba di Indonesia.

Pada Tahun 2015 laporan yang masuk hanya 24 saja. “Namun setelah kita membuka loket laporan di bandara, justru malah laporannya semakin banyak. Ini (loket laporan) adanya loket laporan ini juga sangat memudahkan para TKI untuk melakukan laporan karena sebelumnya dengan alasan jarak yang jauh, waktu dan adanya pressure (tekanan) dari pihak-pihak tertentu hal tersebut yang membuat TKI tidak melaporkan kepada kami,” katanya.

Lebih lanjut, Program Indonesia Memanggil, kata dian, sudah berhasil dalam mengembalikan sebanyak 4.000 TKI dari Saudi Arabia ke Tanah Air. “Rata-rata mereka bermasalah karena visa yang mereka pegang sudab habis dan belum diperpanjang. Status mereka kan menjadi ilegal.

Maka dari itu, pemerintah yang bekerja sama dengan Arab Saudi memberi amnesti (pengampunan) denda kadaluarsa visa itu,” ucap Bajongga. (Ayu/Red). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × two =