Sebanyak 140 Ribu Rumah di Pemprov Banten Belum Teraliri Listrik

SERANG, KLIK BANTEN | Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Eko Palmadi merinci, sedikitnya ada 140 ribu rumah di delapan kabupaten/kota hingga kini masih belum bisa menikmati aliran listrik dengan baik.

Padahal, pemprov sudah melakukan program listrik desa (lisdes) untuk kepala keluarga (KK) yang masuk dalam kategori tidak mampu. Namun karena minimnya dana, program tersebut belum bisa berjalan secara optimal.

“Program lisdes itu kan 450 watt listriknya dan itu subsidi dari pemerintah. Maka dari itu harus bisa tepat pada sasarannya, salah satunya harus terdaftar di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),” kata Eko, Kamis (13/7/2017).

Jika menurut data yang ada, saat ini wilayah paling banyak masih belum bisa mendapat aliran listrik yakni Kabupaten Lebak dengan 45.381 rumah. Kemudian, 40.292 rumah di Kabupaten Pandeglang, 28.142 rumah di Kabupaten Tangerang, 22.596 rumah di Kabupaten Serang, 2.700 rumah di Kota Serang, 1.149 rumah di Kota Cilegon dan 486 rumah di Kota Tangerang Selatan.

Eko juga menambahkan, dari sekitar 140 ribuan rumah yang kini belum teraliri listrik tersebut, tim TNP2K nantinya akan melakukan verifikasi ulang untuk bisa menentukan KK mana yang wajib mendapat bantuan dari pemerintah. Namun, hasil dari verifikasi itu bisa saja angkanya berkurang dan bertambah.

“Untuk verifikasi dari jumlah 140 ribuan itu tidak gampang. Bahkan tahun ini kita hanya mentargetkan bisa terverifikasi paling cuma sekitar delapan ribu rumah saja, tetapi setelah diverifikasi ternyata malah berkurang jadi tujuh ribuan,” terangnya.

Menurutnya, kendala tersebut disebabkan karena ada rumah masyarakat yang dianggap sudah teraliri listrik namun ketika saat di cek ternyata fasilitas listriknya diterima dari sambungan listrik  milik rumah lain.

“Tidak hanya itu, bahkan ada juga yang NIK-nya dipakai oleh orang lain dan data PLN nggak bisa kalau satu NIK dipake dua rumah. Kalau kita yang dapet listrik itu yang resmi dari PLN dan itu yang beda pandangan kita,” Sambungnya.

Ia menambahkan, penyelesaian puluhan ribu rumah yang belum teraliri listrik tersebut tidak bisa dilakukan dalam tempo waktu yang cepat. Salah satu penyebabnya karena sulitnya akses ke beberapa wilayah di Provinsi Banten.

“Kalau daerahnya termasuk daerah yang sulit untuk dilalui, itu yang menjadi masalah. Tapi kalau dalam satu tahun kita bisa selesaikan sedikitnya 50 ribu rumah, tiga tahun juga saya yakin  bisa selesai, tapi kalau tidak, ya tidak selesai,” tuturnya.

Disinggung terkait soal anggaran yang akan digunakan pemprov untuk program lisdes tersebut, pihaknya mengaku hingga kini masih menggunakan dana yang masih bersumber dari APBD Provinsi dalam bentuk bantuan sosial (bansos).

“Untuk 2018 kita ajukan juga Dana Alokasi Khusus (DAK). Jadi tahun depan ada dua sumber pendanaan, lewat APBD dan DAK,” katanya. (Dedi/Ayu/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =